Pencarian Korban di Padang dan Padang Pariaman Dihentikan

TEMPO Interaktif, Padang - Pencarian korban gempa 7,9 skala richter di lokasi gempa di Padang dan Padang Pariaman dihentikan. Di kota Padang pencarian terhadap korban yang kemungkinan tertimbun di reruntuhan bangunan sudah dihentikan sejak Selasa (13/10) kemarin.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Padang Dedi Henidal mengatakan pencarian korban tidak lagi dilakukan karena berdasarkan analisa lembaga terkait seperti Dinas Kesehatan stempat dan Tim Search And Rescue, jika ada korban yang tertimbun reruntuhan pasti terbau.

Namun di lokasi-lokasi bangunan runtuh yang belum dibersihkan tidak ada bau busuk. “Saat ini hingga sebulan ke depan kami lakukan tahap pembersihan runtuhan bangunan, jadi tidak lagi pencarian korban, tapi kalau nanti ditemukan korban saat membersihkan tentu akan dievakuasi dengan layak," kata Dedi Henidal, Rabu (14/10).

Sementara itu pencarian 210 korban hilang tertimbun longsor di Kabupaten Padang Pariaman akibat gempa sejak kemarin dihentikan. Korban terbanyak yang belum ditemukan 146 orang di tiga lokasi yaitu di Kenagarian Tandikat, Kecamatan Patamuan. Sisanya di Kecamatan Padangsago 5 orang, Kecamatan Kampung Dalam 2 orang, dan di Kecamatan V Koto Timur 57 orang.

Kepala Hubunga Masyarakat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Syofriyon mengatakan, dihentikannya pencarian korban sesuai kesepakatan pemerintah daerah dengan keluarga korban.

“Pencarian sudah berlangsung dua minggu namun korban tertimbun longsor akibat gempa 30 September belum ditemukan. Waktu sekitar dua minggu pencarian berdasarkan pertimbangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat dan Dinas Kesehatan," kata Syofriyon, Rabu (14/10).

Ia mengatakan, Majelis Ulama Indonesia menyatakan tidak masalah lokasi longsoran dijadikan kuburan massal para korban yang sulit ditemukan. Lokasi longsor akan dijadikan kuburan massal.

FEBRIANTI

  • Send
  • Print