Pengumuman Kabinet Molor

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih belum akan mengumumkan kabinetnya pada Rabu (21/10) ini. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng pengumuman kabinet masih dalam proses. "Ada masalah teknis yang masih harus dipersiapkan," ujarnya kepada Tempo, Selasa (20/10).


Sebelumnya beredarkan kabar bahwa kabinet Indonesia Bersatu jilid II akan diumumkan satu hari setelah presiden dilantik kemarin, sehingga seharusnya diumumkan pada Rabu (21/10) hari ini. Proses penyusunan kabinet bahkan telah dilangsungkan sejak pekan lalu.

Presiden telah memanggil 36 orang untuk melakukan seleksi calon menteri dan calon pejabat setingkat menteri selama tiga hari. Seleksi tersebut dilakukan di kediaman presiden di Cikeas, Bogor, sejak Sabtu (17/10) hingga kemarin, Senin (19/10). Sebagian besar calonpun telah melaksanakan tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta.

Andi menjelaskan bahwa sejak semula memang tidak pernah ada pernyataan resmi bahwa kabinet baru akan diumumkan besok. "Tidak pernah ada yang memastikan begitu," ujarnya. Namun dia mengakui memang masih ada kendala teknis yang harus dirampungkan sehingga pengumuman tak bisa dilaksanakan sehari setelah pelantikan presiden dan wakil presiden. Andi menolak menjelaskan apa kendala teknis tersebut.

Pengumuman kabinet baru, kata Andi pasti akan dilakukan dengan segera. Tapi dia tak bisa memastikan kapan. "Pokoknya sebelum KTT ASEAN pada 23 Oktober," ujarnya.

Andi juga menolak anggapan bahwa molornya pengumuman terkait dengan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang hingga hari ini belum memutuskan apakah akan berkoalisi atau beroposisi. "Ada masalah teknis yang belum selesai, itu saja. Saya tak mau berspekulasi," ujarnya. Jawaban yang sama juga dia sampaikan saat ditanya apakah Presiden memang sedang menunggu sinyal atau kepastian dari PDIP. "Saya tak mau berspekulasi".

Sementara itu fungsionaris PDIPerjuangan Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa sikap PDIP sebenarnya telah tergambar dari pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung dalam sebuah wawancara dengan salah satu media televisi.

Pramono, kata Budiman, mengatakan bahwa PDIP siap menjadi penyeimbang dan juga mitra strategis bagi pemerintah. "Artinya kalau diminta bersama kami tidak GR, dan kalau tidak diminta kami juga tidak sakit hati," ujarnya. Adapun sikap resmi partai seperti apa, Budiman mengaku belum tahu.

TITIS SETIANINGTYAS 

  • Send
  • Print