foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Rabu malam (14/10). Presiden memaparkan soal penyusunan kabinet Indonesia bersatu jilid 2. TEMPO/Dwianto Wibowo



Kabinet Tanpa PDI Perjuangan

TEMPO Interaktif, Jakarta - JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Merdeka, semalam. Di antara 34 nama menteri yang diumumkan, tak satu pun berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Dengan begitu, tidak terjadi koalisi antara partai banteng bermoncong putih itu dan pemerintah.

Selain itu, Yudhoyono membuat kejutan dengan memunculkan satu nama baru, yakni Endang Rahayu Sedyaningsih. Alumnus Harvard School of Public Health, Boston, Amerika Serikat, ini menggantikan nama Nila Anfasa Moeloek, yang sebelumnya diprediksi menjadi Menteri Kesehatan.

Sebelum menjadi menteri, Endang berkiprah di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis
dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan.

Belum ada konfirmasi resmi dari Istana Negara ihwal penggantian Nila dengan Endang tersebut. Namun, kemarin siang sempat beredar rumor adanya lima calon menteri yang dikabarkan tidak lolos tes kesehatan dan kejiwaan.

Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa membantah rumor itu. Sebab, hasil tes kesehatan dilaporkan kepada Presiden secara tertutup. "Dari mana info seperti itu? Bahkan sampai ada yang disebutkan tidak lulus kesehatan kejiwaan. Tidak betul itu," kata dia.

Meski begitu, Hatta menambahkan, susunan kabinet masih bisa berubah. Calon menteri yang akan menempati, jika pun ia figur baru yang tak tampak di Cikeas pada saat uji kelayakan, dipastikan telah melewati proses yang sama. "Bapak Presiden itu kan bisa melakukan audisi setiap saat, tentu semua sama, tidak ada yang ujug-ujug," kata Hatta.

Perihal susunan kabinet itu, Yudhoyono menyadari akan menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Namun ia menilai hal itu sebagai kewajaran. “Tahun 2004 juga begitu. Pada saat kabinet-kabinet sebelumnya ditetapkan, juga begitu. Dan itulah indahnya demokrasi," katanya. Yang jelas, Yudhoyono menambahkan, “Tidak mungkin kami gegabah, tidak mungkin saya begitu saja menetapkan calon-calon menteri ini."

Selain mengumumkan nama-nama menteri, Yudhoyono mengungkapkan rencana mengisi beberapa departemen dengan wakil menteri. Wakil itu akan mendampingi menteri-menteri tertentu yang memiliki beban tugas yang dinilai memerlukan wakil. Pelantikan ke-34 menteri akan dilakukan siang ini.

GUNANTO | DWI WIYANA

  • Send
  • Print