Berita Terkait
Petinggi KPU Ramai-ramai ke Luar Negeri
TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu mempertanyakan kunjungan para anggota Komisi Pemilihan Umum ke luar negeri dengan dalih melakukan evaluasi pemilihan umum legislatif dan pemilu presiden lalu. "Problem pemilu di dalam negeri jauh lebih ruwet, seharusnya di dalam negeri yang diprioritaskan," kata Bambang Eko Cahya Widodo, anggota Badan Pengawas, kepada Tempo tadi malam.
Kalaupun evaluasi di luar negeri itu dianggap perlu, kata Bambang, seharusnya KPU mendahulukan kunjungan ke negara-negara yang lebih banyak ditinggali warga Indonesia. Ia menyebut beberapa contoh: Malaysia, Hong Kong, dan Singapura. "Kenapa tidak ke Malaysia? Kok, malah ke Hungaria atau London?" kata Bambang.
Menurut Bambang, persoalan pemilu di luar negeri tidak sebanyak masalah di dalam negeri. Kendala utama pemilu di luar negeri menyangkut pendaftaran pemilih. "Sebab, (jumlah) pemilihnya pasti berubah," kata Bambang.
Selain itu, pemilu di luar negeri dianggap tidak bisa berlangsung secara jujur dan adil. Alasannya, pelaksanaannya masih menggunakan pos untuk mengirim surat suara.
Anggota KPU, Andi Nurpati, mengakui KPU memang mengadakan program kunjungan ke luar negeri. "Saya ke London awal Oktober lalu," kata Andi. Dia mengatakan berada di Inggris selama tiga hari.
Menurut dia, kepergiannya ke London tersebut dalam rangka evaluasi pemilihan umum legislatif dan pemilu presiden di beberapa negara Eropa. Dia membantah anggapan bahwa acara ke London sengaja diada-adakan untuk berlibur. "Nggak-lah. Nggak punya waktu," kata Andi.
Selain Andi, beberapa anggota KPU lain ikut pergi ke luar negeri dalam program ini. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan Abdul Aziz rencananya bertolak menuju ke Berlin, Jerman, hari ini.
Sebelumnya, Abdul Hafiz dan Syamsul Bahri diinformasikan pergi ke Hungaria. Abdul Hafiz juga dikabarkan telah mengunjungi Arab Saudi.
Bersama Endang Sulastri, Syamsul Bahri juga bertugas mengevaluasi pemilu di Cina. Anggota KPU, Sri Nuryanti dan I Gusti Putu Artha, pergi ke India. Dalam kesempatan lain, Endang dan Putu juga mengunjungi Perth, Australia.
Dari evaluasi pemilu di London, Andi mengatakan ada beberapa masalah yang ditemukan. Masalah tersebut antara lain mengenai pendataan pemilih dan waktu pemungutan. "Mereka meminta perpanjangan waktu pemilihan karena harus bekerja dulu," kata Andi.
Andi menjelaskan, KPU juga telah menjadwalkan evaluasi pemilu di dalam negeri. Evaluasi itu akan dimulai awal November mendatang. Untuk tingkat kabupaten/kota akan digelar di Pekanbaru, Semarang, Bali, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan di tingkat provinsi akan digelar di Batam pada akhir November mendatang.
Menurut Andi, evaluasi pemilu tersebut merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan penyelenggara pemilu. KPU akan merekomendasikan hasil evaluasi tersebut ke pemerintah dan DPR. "Bisa jadi masukan revisi Undang-Undang Pemilu," kata dia.
SUTARTO
Web via