Antara Yulianto, Ade, dan CCTV

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Yulianto, Ade Rahardja dan rekaman CCTV adalah kunci. Tiga faktor ini untuk sementara menjadi kunci menguak misteri putusnya aliran uang dari tangan Anggoro Widjojo ke pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah.

tim 8Yulianto, yang disebut-sebut Ary Muladi, sebagai pengantar langsung duit miliaran rupiah ke pimpinan KPK masih belum diketahui rimbanya. Yulianto alias Yohanes al Daniel diketahui memiliki rumah di di perumahan Graha Family Blok-D 170 Surabaya.

Meski penjaga keamanan Graha Family membenarkan jika rumah itu merupakan rumah milik Yohanes Al Daniel, tapi Tempo belum bisa melihat langsung sosoknya. "Itu rumah pak Yohanes, tapi warga tidak berkenan, dia sudah telepon managemen dan tidak diperkenankan masuk," kata Hari Nurdi, kepala keamanan.

Dari sumber Tempo menyebutkan, Yulianto juga dikenal sebagai Pak Dhe (D) alias Kong Bu alias Kho Yusac (dalam passport) alias Gunawan. Orang yang disebut-sebut juga dekat dengan para penegak hukum ini, setidaknya juga memiliki Paman bernama Lukito dan punya menantu Putra Nevo yang bekerja sebagai Direktur di Masaro. Dari sini setidaknya benang merah Yulianto dengan Putra Nevo Direktur Masaro bisa terlihat.

Di lain pihak, Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Ade Raharja, kini juga belum memperlihatkan batang hidungnya. Setelah namanya dicolek kepolisian, lazimnya ia keluar kantor KPK tiap makan siang, kini berbeda. Bahkan telpon selularnya pun tak ada balasan.

Dalam berita acara pemeriksaan Ary Muladi –yang sudah dicabut—Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Ade Raharja berhubungan langsung dengan Ary Muladi. Segendang sepenarian, Kejaksaan Agung Hendarman Supandji menguatkan, dengan bukti kontak telpon antara Ary dan Ade sebanyak 63 kali. Kedua petinggi hukum itu mengungkapkannya di depan Komisi III DPR di waktu berbeda.

Ary sendiri sudah berkali-kali menyangkal dia berhubungan dengan Ade Rahardja, yang pernah bertugas sebagai polisi di Jawa Timur. “Saya tidak pernah bertemu dengan Ade. Saya hanya memberikan uang kepada Yulianto,” ujar Ary, dalam wawancara stasiun televisi swasta.

Seirama dengan itu, melalui juru bicara KPK Johan Budi SP, Ade juga mengaku tak kenal Ary. "Yang bersangkutan (Ade) sudah pernah diperiksa sebagai saksi di Mabes Polri, kalau tidak salah dua kali," Johan menjelaskan.

Hal terakhir yang diharapkan mampu memberi titik terang jalinan aliran duit miliaran rupiah ke KPK  adalah: adanya bukti video rekaman CCTV yang merekam pertemuan antara pimpinan KPK Bibit Samad Rianto, Deputi Penindakan KPK Ade Raharja, dan Ary Muladi, yang ternyata juga masih kelabu. Kepolisian belum mau buka suara. Direktur Tipikor Brigjen Yovianes Mahar menolak memberi penjelasan. "Saya tidak mau berbicara tentang itu, nanti saja di pengadilan," kata dia.

 

FATKHURROHMAN TAUFIQ| CORNILLA DESYANA| BUNGA MANGGIASIH| NUR HARYANTO

BERITA TERKAIT:

 Wartawan Dilarang Masuk Kompleks Rumah Yulianto

 Juru Bicara KPK: Ade Raharja Mengaku Tak Kenal Ary Muladi

 Polisi Tolak Bicarakan Rekaman CCTV

  • Send
  • Print