Berita Terkait
Sikap Partai Golkar Terbelah soal Angket Century
TEMPO Interaktif, Jakarta - Suara Partai Golkar, salah satu pemain penting dalam Panitia Khusus Angket Century, tak bulat lagi. Sekelompok politikus Golkar yang dimotori Ferry Mursyidan Baldan membentuk Kaukus Golkar Bersih. Menurut Ferry, kaukus ini dibentuk guna mengerem tindakan anggota yang bisa memperburuk citra partai. "Bila ada tindakan yang memperburuk citra partai, harus segera diingatkan," kata dia.
Kaukus tersebut, kata Ferry, bukan berupa organisasi. "Tidak ada ketua, tidak ada anggota," kata Ferry. Kaukus lebih merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki ide untuk menyelamatkan partai.
Ferry mengklaim kaukus didukung berbagai pihak, baik dari politikus Golkar di parlemen maupun dari masyarakat. "Saya mendapat (dukungan) melalui pesan singkat, telepon, juga Facebook," kata dia. Namun, Ferry tak mau menyebutkan siapa saja yang bergabung dalam poros ini. "Tak perlulah saya sebut."
Kaukus, menurut Ferry, juga mengingatkan agar Golkar tak berlebihan dalam menyikapi reaksi atas pembentukan Pansus Angket Century. "Sejak dulu Golkar selalu memiliki sikap yang elegan," kata Ferry.
Orang yang tergabung dalam kaukus, menurut Ferry, awalnya menilai Golkar lamban merespons tuduhan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie berada di belakang Panitia Angket Century. "Teman-teman kayak adem ayem aja."
Belakangan memang ada politikus Golkar, seperti Bambang Soesatyo, yang bereaksi. Tapi, menurut Ferry, reaksi Bambang malah aneh. "Malah nyerang. Ini kok malah ngawur," kata dia.
Bambang memang sempat mempersoalkan transkrip rekaman rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan saat memutuskan penyelamatan Bank Century. Dia menuduh Sri Mulyani berkomunikasi dengan bekas pemilik Century, Robert Tantular. Setelah kubu Sri Mulyani membantah dan mengancam akan melakukan somasi, serangan Bambang mereda.
Kaukus, menurut Ferry, merasa prihatin atas gaya menyerang balik yang ditunjukkan Bambang. "Itu tidak elegan, memperburuk citra partai," kata Ferry.
Politikus senior Golkar, Zaenal Bintang, mengatakan, sebagai partai pendukung pemerintah, Golkar akan terbebani dalam menginvestigasi kasus Century. Karena itu, wajar jika ada pihak yang ragu akan keseriusan Golkar. Tapi Golkar pun menghadapi tuntutan publik agar kasus tersebut dituntaskan. "Maju kena, mundur pun kena," kata Zaenal, juga penggagas kaukus, saat dihubungi tadi malam.
Zaenal menduga, dukungan Golkar terhadap Pansus Century didasari oleh agenda tersembunyi. Misalnya, untuk menaikkan posisi tawar Golkar terhadap pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono. "Itu bisa membelokkan tujuan pansus," kata Zainal.
Sebelumnya, Zainal juga menyarankan Aburizal nonaktif sebagai Ketua Umum Golkar. Dia meminta Aburizal menjernihkan dulu kasus pajak Grup Bakrie dengan Direktorat Jenderal Pajak. "Citra Golkar terancam terpuruk oleh kasus Ketua Umum ini," kata Zainal sebagaimana dikutip <I>Antara<I>, Rabu pekan lalu.
CHETA NILAWATY | AQIDA SWAMURTI
Berita terkait: