Berita Terkait
Jembatan Runtuh di Tanah Abang Tak Punya Izin
TEMPO Interaktif, Jakarta - Perizinan ternyata masih menjadi masalah di Jakarta. Runtuhnya jembatan di Tanah Abang ternyata pembangunannya tak mempunyai izin. Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni memastikan pembangunan jembatan penghubung di Tanah Abang tidak memiliki izin. Data ini menurutnya akurat karena ia mendapatkannya dari petugas Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan.
Pihaknya pun mendesak agar bangunan itu segera dibongkar. “Kalau bisa sore ini,” tegasnya, saat meninjau lokasi reruntuhan bangunan jembatan penghubung di Pasar Tanah Abang, Rabu (23/12).
Sylviana melanjutkan, sebenarnya bangunan di bagian depan sudah memiliki izin tapi bangunan bagian belakang tidak memiliki izin.
Sementara itu, juru bicara Gubernur DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia juga mengatakan hal yang sama. “Ini nyolong,” katanya usai meninjau lokasi kejadian.
Cucu mengatakan, bagi para korban khususnya pekerja, Pemerintah DKI akan memberi sumbangan. “Tapi pihak kontraktor yang lebih bertanggung jawab,” katanya.
Di tempat yang sama, pihak kontraktor yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan pembangunan sudah berjalan empat bulan dan tidak ada teguran dari Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan.
Namun cucu menegaskan, pihak kontraktor bisa dituntut terlebih jika ada korban dari kejadian ini. “Jika ada korban, pihak kontraktor bisa dituntut pidana,” katanya.
Dari pemantauan Tempo di lokasi reruntuhan sebagian bangunan pusat grosir pasar Metro Tanah Abang, bagian yang runtuh bukanlah jembatan, Melainkan bangunan tambahan yang bagian bawahnya hanya ditopang baja tambahan.
Baja tersebut dikaitkan pada tembok bangunan lama menggunakan sekrup. Akibat tak mampu menahan beban, tembok bangunan lama tempat mengaitkan baja bangunan baru akhirnya jebol.
Hal itu mengakibatkan jatuhnya 13 korban dan dua di antaranya meninggal dunia . Kini mayat kedua korban yakni Iwan dan Hamid berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Sementara korban lainnya yakni Agus Safala, Satpam Gedung, dirawat di rumah sakit Santa Carolus. Korban lain yaitu Dwi, Saryani, dan Ridwan Firdaus dirawat di rumah sakit Jakarta. Sementara Abdul Hafid, Muh Heri, Santo, dan Agung dirawat di rumah sakit Tarakan. Sedangkan korban yang dirawat di rumah sakit Angkatan Laut adalah Agus Suprianto (mandor), Imam Hanafi, dan Darso.
Saat ini akses jalan Wahid Hasyim menuju Tanah Abang ditutup polisi. Baru saja mobil box kuning terlihat dievakuasi dengan derek keluar lokasi. Kondisinya kaca depan mobil ini pecah karena tertimpa reruntuhan. Bangunan ini runtuh sekitar pukul 10.20 tadi, Rabu (23/12).
SHOLLA TAUFIQ
Pengelola Gedung: Masak Tidak Ada Izin
Kapasitas Kurang, Pengelola Tanah Abang Bangun Toilet Tambahan
Polisi Akan Selidiki Penyebab Runtuhnya Bangunan di Tanah Abang