Banjir Pasuruan Tewaskan Empat Orang dan Rendam Lima Ribu Rumah

TEMPO Interaktif, Pasuruan -- Banjir bandang di Pasuruan terus meluas, sekitar lima ribu rumah terendam banjir. Empat korban tewas, dua korban terseret banjir, satu belum ditemukan serta seorang tewas tersambar petir. Korban tewas, Hutomo ,14, warga Desa Kebon Warih, Kecamatan Pandaan, dan Pak Man,40, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil.

banjir"Dua korban lain belum teridentifikasi," kata kepala satuan kesatuan bangsa dan perlidungan masyarakat Kabupaten Pasuruan, Soenarno, Ahad (10/1). Hingga kini, petugas PMI dan SAR tengah mencari seorang korban yang terseret arus dan hingga kini belum ditemukan. Menurutnya, hujan deras mengguyur Pasuruan selama lima jam lebih.

Kecamatan Bangil, Rembang, dan Pandaan, menjadi daerah terparah. Pantauan Tempo, banjir berangsur surut namun seribuan rumah masih tergenang air setinggi dada orang dewasa. Sekitar 10 rumah di Bangil rusak berat, korban mengungsi di sekolah dan balai desa setempat.

Selain itu, sekitar 1.022 hektare lahan pertanian terendam banjir. Para petani terancam gagal panen, lantaran tanaman padi yang telah berusia sebulan rusak terendam banjir.

Sementara Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya minta nelayan di perairan laut Jawa mewaspadai gelombang tinggi air laut yang belakangan ini akan sering terjadi dipesisir Jawa.

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Sinta Andayani, Minggu (10/1) memperkirakan, tingginya gelombang pasang air laut setidaknya akan terus terjadi dan puncaknya pada 12 Januari mendatang. "Untuk hari ini dan besok, di pesisir Jawa gelombang paling rendah 0,5 meter dan tertinggi 1,5 meter," kata Sinta. Meski begitu, di beberapa titik seperti perairan Masalembu dan Bawean ketinggian gelombang akan mencapai 2,5 meter.

Gelombang tinggi air laur ini, menurut Sinta, merupakan siklus tahunan karena saat ini perairan pesisir Jawa memasuki musim angin barat dimana angin akan selalu berhembus mencapai 25 kilometer perjam dari seluruh arah barat mulai dari barat daya hingga barat laut.

Siklus tahunan angin barat ini menurut dia bisa dilihat dari beberapa ciri diantaranya hembusan angin barat yang kencang disertai hujan dan guntur. "Kencangnya angin otomatis akan membuat gelombang meninggi," tambah dia.

Sementara itu, untuk tanggal 12 Januari mendatang, BMKG Juanda memperkirakan tinggi gelombang laut pesisir Jawa akan mencapai 3 sampai 3,5 meter. Titik gelombang tertinggi saat itu diperkirakan akan terjadi disekitar laut jawa kususnya di selatan Kalimantan Tengah.

Sekedar diketahui, akibat tingginya angin yang disertai gelombang laut tinggi ini, ribuan nelayan mulai dari kawasan Tuban, Gresik hingga Surabaya mulai kemarin berhenti melaut. Bahkan tingginya gelombang ini tidak hanya terjadi di malam hari melainkan juga disiang hari.

EKO WIDIANTO| ROHMAN TAUFIQ 

Tiga Desa di Jombang Terendam Banjir

Warga Gotong Royong Perbaiki Tanggul Sungai Lamaran

Dana Antisipasi Banjir Makassar Kurang

 

  • Send
  • Print