Berita Terkait
Persiapan Hadapi FTA Sampai Pada Pembahasan Soal Tarif
TEMPO Interaktif, Jakarta -Kesiapan Indonesia menghadapi aturan perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) telah memasuki pembicaraan soal tarif, yang menjadi bahasan penting diplomasi renegosiasi aturan.
Namun Menteri Perindustrian MS Hidayat mengingatkan jangan sampai mekanisme diplomasi renegosiasi pasar bebas ASEAN Cina menghilangkan substansi persoalan. "(Sekarang) ini kan momentumnya," katanya saat dihubungi Tempo, Ahad (17/1).
Meski ia mengaku belum mendapat kepastian apakah pos-pos tarif yang akan dimodifikasi itu sudah direnegosiasi, ia tidak mau prosedur diplomasi itu justru mengorbankan industri dalam negeri.
Sementara menurut Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi jagnan sampai pemerintah terpaku pada tarif ketika berbicara tentang FTA. Pasalnya banyak mekanisme lain selain tarif yang bisa digunakan untuk melindungi produk dalam negeri seperti prinsip sanitary and phitosanitary, food savety, kehalalan, biodiversity protection dan lainnya.
"Tarif itu hanya tiga persen dari keseluruhan komponen," tegasnya. Apalagi sampai Januari ada sekitar 8.000 pos tarif yang dibebaskan namun yang mengalami tekanan hanya 230 pos saja.
Menurut Hidayat, sampai sekarang belum ada rapat di tingkat Menteri Perekonomian untuk mempercepat proses renegosiasi itu. "Memang kemarin saya dipanggil tapi tiadk jadi," katanya. Dia mengatakan sejauh ini proses perundingan masih ditangan Kementerian Perdagangan.
IQBAL MUHTAROM | KARTIKA CANDRA