Bank Diminta Perketat Pengamanan ATM

TEMPO Interaktif, Jakarta - Meski mengaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri sudah berhasil Bank Indonesia tetap meminta agar bank-bank memperketat pengamanan Anjungan Tunai Mandiri. Kantor Bank Indonesia Makassar, misalnya, sudah berkoordinasi dengan 33 bank umum maupun syariah yang beroperasi di Sulawesi Selatan.

"Dalam koordinasi, kami meminta perbankan memperketat pengawasan terhadap mesin ATM yang dioperasikan. Walaupun saat ini belum ada pengaduan dari nasabah," kata Abdul Malik, Kepala Bagian Bank Madya Bank Indonesia Makassar, kemarin.

Sejak adanya aksi pembobolan ATM yang mulai diketahui sejak 16 sampai Januari lalu Bank Sentral memang meminta pengelola ATM siaga. Tercatat telah ada sekitar enam jaringan bank yang dibobol ATM mereka, yakni Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank BNI, BRI, dan Bank Internasional Indonesia. Kerugiannya menurut data Bank Indonesia lebih dari Rp 5 miliar. BCA saja kebobolan Rp 4 miliar lebih. Kejadian tersebut terjadi di beberapaATM di Bali.

Di Sulawesi Selatan, menurut Malik, belum ada kejadian pembobolan ATM seperti di Bali. Antisipasinya adalah perbankan diminta lebih sering mengecek mesin ATM untuk memastikan alat-alat tertentu yang dipasang penjahat.

ATM yang beroperasi di Sulawesi Selatan, kata Malik, sampai akhir Desember tahun lalu berjumlah 429 buah. Modus pembobolan, Malik menambahkan, pelaku terlebih dulu mencuri data kartu ATM melalui proses skimming/taping.

Ada juga modus pengintipan nomor rahasia (PIN) nasabah dengan memasang kamera di dekat mesin ATM. "Dari situ, pelaku dengan mudah mengkopi identitas ATM nasabah serta nomor PIN yang dibutuhkan untuk membobol ATM," ujar Malik.

Untuk itu, Bank Indonesia mengimbau seluruh nasabah memperhatikan kondisi ATM tempat bertransaksi. "Perhatikan sekitar mesin ATM. Pelaku menempatkan alat seperti kamera kecil serta alat copy (penyalin) seperti cip di sekitar lubang tempat memasukkan kartu ATM," ucap Malik.

Malik menambahkan, jika ada nasabah yang menjadi korban pembobolan, diharapkan segera menghubungi bank bersangkutan. Sampai malam tadi belum ada nasabah yang melapor. "Semuanya masih aman, belum ada pengaduan masyarakat," Agus Fuad, Kepala Wilayah Bank Mandiri Makassar, menambahkan.

Dari 60 ATM Bank Mandiri yang tersebar hingga ke Ambon, kata Agus, dalam kondisi diawasi ketat, baik secara teknologi maupun penjagaan langsung di lokasi. Diakuinya, pembobolan ATM sejumlah bank, termasuk Mandiri, merupakan peristiwa tak diduga dan belum sempat diantisipasi pihak perbankan.

Begitu pula dengan Ellong Tjandra, Direktur Utama Bank Sulsel. Ia menyatakan transaksi di ATM Bank Sulsel aman. "Belum ada laporan dari cabang termasuk di daerah ada pembobolan," kata dia. Bank Sulsel mengoperasikan sekitar 40 ATM.

Dari pantauan Tempo, sejumlah ATM di Makassar beroperasi seperti biasa. Antrean menarik uang berlangsung wajar. Seperti di lantai dua Mal Pankukkang, gerai ATM BCA tak ada penarikan uang besar-besaran oleh nasabah. Begitu pula di gerai ATM di Mal Ratu Indah maupun Makassar Trade Center, masih berjalan normal.

INDRA O Y

BERITA TERKAIT

 

  • Send
  • Print