Mayoritas ATM Sudah Dilengkapi Antipencurian Data

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Artajasa Pembayaran Elektronis memastikan 90 persen anjungan tunai mandiri (ATM) yang dikelolanya sudah dilengkapi alat pencegah pencurian data (anti-skimmer).

"Rata-rata untuk ATM yang diproduksi 2008 sudah dilengkapi anti-skimmer," ujar Wakil Presiden Departemen Saluran Elektronik Artajasa Zul Irfan di Jakarta kemarin. Saat ini Artajasa mengelola 20 ribu anjungan tunai, yang digunakan bersama oleh 74 bank di seluruh Indonesia.

Zul Irfan menjelaskan, pengaman di mesin anjungan terdiri atas dua jenis, yaitu cocor bebek dan jitter. Cocor bebek adalah alat yang ditempel di mulut slot kartu. "Sehingga pelaku tidak bisa menempel skimmer," katanya.

Pengaman kedua bernama jitter, yaitu aplikasi yang membuat kartu masuk dan keluar slot secara perlahan, untuk mencegah data terekam. "Nasabah diminta sabar untuk menunggu, jangan memaksa tarik atau dorong kartu," katanya.

Skimmer adalah perekam data yang biasa diselipkan penjahat kartu ATM di mulut slot anjungan. Data curian, bersama personal identification number (PIN) hasil intipan via kamera tersembunyi, digunakan untuk mencetak kartu baru dan menguras dana nasabah.

Zul Irfan menegaskan, alat anti-skimmer bisa meminimalkan praktek pembobolan ATM dengan modus pencurian data nasabah. Namun alat pencegah ini tidak bisa menghilangkan 100 persen praktek pembobolan. "Nasabah harus tetap waspada dengan selalu mengganti PIN dan menutup dengan tangan saat menggunakan nomor rahasia itu di ATM," katanya.

Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja juga memastikan jaringan ATM miliknya sudah dilengkapi alat anti-skimmer. Meski demikian, dia tetap mengimbau nasabah untuk berhati-hati. "Kami tetap mengimbau nasabah mengganti PIN demi meningkatkan keamanan," katanya kepada Tempo kemarin.

Adapun Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Felia Salim mengatakan perseroan juga sudah memasang alat anti-skimmer. Pihaknya juga telah meningkatkan frekuensi pemeriksaan ATM. Biasanya pemeriksaan dilakukan 2-3 kali sehari. "Sejak Rabu lalu bisa 4 sampai 5 kali sehari," katanya.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Farid Rahman sebelumnya meminta semua bank mengevaluasi sistem keamanan jaringan ATM milik mereka. Langkah itu penting untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat menyimpan dananya di bank. "Ini untuk perbaikan dan mengurangi risiko," kata Presiden Direktur PT Bank Saudara Tbk itu.

Erwin Riyanto, Deputi Direktur Direktorat Riset dan Regulasi Perbankan Bank Indonesia, memastikan kondisi perbankan Indonesia tetap aman setelah terbongkarnya kasus pembobolan ATM milik enam bank. "Masyarakat agar tetap tenang, karena semua kerugian akan diganti," ujarnya.

REZA MAULANA | MUTIA RESTY | ISMA SAVITRI | SETRI YASRA

  • Send
  • Print