Berita Terkait
Arti Sebuah Nama
TEMPO Interaktif, Jakarta -Panitia Khusus Hak Angket Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat berkukuh mengungkap nama-nama yang bertanggung jawab atas kasus yang menyebabkan dana negara Rp 6,7 triliun tak terlacak.
Namun masalah nama ini ternyata membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terbelah. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas menilai ada rekayasa sedemikian rupa jika nama-nama tersebut diungkap ke publik.
Pernyataan Taufiq berbeda dengan yang telah disampaikan Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, Pramono Anung di Kuningan, Ahad lalu. "Nanti akan kami beberkan siapa nama-nama yang bertanggung jawab dalam kasus bailout Century ini," katanya.
Pasalnya, menurut Taufiq, ada penegak hukum yang lebih pantas untuk menindak lanjuti kasus tersebut, seperti kepolisian dan kejaksaan. "Biar saja aparat hukum yang paling berwenang, kejaksaan atau polisi," kata Taufiq. "Mereka kan tahu juga siapa saja (yang bertanggung jawab). Menurut saya, jangan dari Panitia Angket."
Meski menghormati pendapat Taufiq, sejumlah politikus PDI Perjuangan menyatakan sikap mereka tak akan berubah. Gandjar Pranowo dan Mauarar Sirait, keduanya anggota Panitia Angket dari PDI Perjuangan menyatakan sejak awal pertainya sudah menyiapkan nama-nama yang bertanggung jawab dalam kasus Century.
Sikap fraksi itu menurut mereka sejalan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. "Buat kami, format itu belum bergeser," kata Gandjar kepada Tempo (Senin 22/2).
"Kami sebutkan undang-undang yang dilanggar, lembaga yang melanggar, dan siapa yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut," tambah Maruarar. "Kebenaran tak bisa dinegosiasikan dan ditransaksikan."
MUNAWWAROH | EVANA DEWI | EKO ARI | DWI WIYANA
Web via