Anggota TNI mengevakuasi jenazah korban longsor di Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu (24/2). Evakuasi terakhir jenazah yang tertimbun baru ditemukan 16 orang dari 43 orang. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Berita Terkait
Wakil Presiden Instruksikan Perbanyak Alat Komunikasi
TEMPO Interaktif, Jakarta -Wakil Presiden Boediono meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperbanyak alat komunikasi telepon satelit untuk memudahkan koordinasi.
Pasalnya, lokasi yang jauh, jalanan berbatu, dan sinyal telepon selular yang tak menjangkau daerah bencana menjadi penyebab lambannya penanganan bencana tanah longsor di Kampung Cimeri, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/2) lalu.
"Telepon satelit tidak mahal, dan bentuknya seperti handphone biasa," kata juru bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat menirukan Boediono. "Lambatnya informasi membuat bantuan terlambat datang."
Sementara mendampingi Boediono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuat catatan khusus bagi masalah terlambatnya informasi karena keterbatasan akses alat komunikasi. "Ini pelajaran untuk membangun akses ke masyarakat seluas-luasnya agar tak ada hambatan komunikasi ketika terjadi hal-hal seperti ini," katanya.
Boediono meminta warga, pemerintah Jawa Barat waspada menghadapi bencana. Salah satunya mewaspadai curah hujan hingga Maret 2010. “Situasi sekarang ini masih belum mencapai puncaknya, dalam hal curah hujan,” kata Yopie Hidayat mewakili Boediono di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Menurutnya, berdasarkan peta hidrologi Jawa Barat bagian selatan, curah hujan diperkirakan masih lebih tinggi lagi. Puncaknya diperkirakan pertengahan Maret nanti.
Resiko bencana longsor mengancam daerah Jawa Barat bagian selatan yang kontur tanahnya berbukit-bukit curam ditambah sebagian lahannya tidak berhutan lagi. “Ada kemungkinan hujan yang sangat deras dan terus-menerus ini bisa menimbulkan optensi dan resko bahaya yang cukup tinggi untuk terjadinya longsor,” kata Yopie.
Pada kunjungan kemarin (24/2), Boediono menyerahkan bantuan uang Rp 200 juta, tenda 25 unit, 500 set selimut, 100 paket perlengkapan dapur, 100 paket sandang, dan 100 set tikar.
Sementara sebanyak 16 jasad warga Kampung Cimeri, Desa Tenjolaya yang terkubur longsoran Gunung Waringin, ditemukan kemarin. Menurut Deden Tedy Suherman dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Bandung, tanah longsor yang terjadi pada pukul 8 pagi Selasa lalu itu menimbun 42 orang. "Jadi masih ada 26 orang yang tertimbun," katanya kemarin.
Pemerintah Bandung menyatakan pencarian korban akan dilakukan hingga sepekan mendatang. Untuk mempercepat evakuasi, ratusan relawan, polisi, dan tentara dikerahkan. Alat berat dan anjing pelacak diterjunkan. Dua helikopter Palang Merah Indonesia juga disiagakan.
Ahmad Heryawan menambahkan bukit yang longsor menimpa kawasan Perkebunan PT Cakra Dewata, Desa Tenjolaya itu masuk kawasan konservasi.
AHMAD FIKRI | ALWAN RIDHA | ERICK P. HARDI | WIDIARSI | DWI WIYANA