foto

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji. Tempo/Dinul Mubarok



Susno Dituduh Rekayasa Ancaman

TEMPO Interaktif, Jakarta - Staf ahli Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Kastorius Sinaga, menyatakan bahwa Komisaris Jenderal Susno Duadji diduga pernah merekayasa pesan singkat berisi ancaman kepada dirinya. “SMS tersebut tertanggal 10 Januari 2010,” kata Kastorius saat dihubungi kemarin.

Menurut Kastorius, Markas Besar Polri telah melacak pesan singkat itu. Hasilnya, yang mengirim pesan pendek diduga masih orang yang dekat dengan Susno. Namun Kastorius tak mau membeberkan identitas pengirim ancaman palsu itu. “Ini berdasarkan prosedur pelacakan yang jelas dan resmi,” kata Kastorius.

Kastorius menganggap rekayasa ancaman itu sebagai upaya Susno merebut simpati publik. Pengungkapan rekayasa itu, menurut Kastorius, bukan untuk menzalimi Susno. “Masyarakat perlu mengetahui faktanya,” kata dia.

Juru bicara Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, mengatakan Badan Reserse Kriminal Polri tengah mengusut pesan pendek yang berisi ancaman untuk Susno. “Sedang ditindaklanjuti,” kata Edward di Markas Besar Polri kemarin.

Menurut Edward, ada beberapa nama yang diduga terlibat dalam rekayasa pesan ancaman itu. Antara lain orang bernama Rahmat. Dia diduga mengirim pesan pendek dengan memakai nama orang lain saat membeli voucher telepon seluler. Sanksi bagi pembuat ancaman bergantung pada Susno sebagai pelapor. “Ya, tergantung Pak Susno-lah,”ujar Edward.

Kuasa hukum Susno, Husni Maderi, menyangkal tudingan bahwa kliennya pernah merekayasa pesan ancaman. “Buktikan kalau dia tahu. Tangkap, dong,” kata Husni di gedung Dewan Perwakilan Daerah, Jakarta, kemarin.

Yang terjadi, kata Husni, Susno memang pernah mendapat pesan singkat bernada peringatan. “Bung, hati-hati waspada satu. Kira-kira seperti itu isi pesannya,” kata Husni.

Pesan tersebut, menurut Husni, dikirim oleh orang yang loyal kepada Susno. Namun Husni tidak bersedia menyebut nama orang dan menjelaskan maksud kata “waspada satu”tersebut. “Silakan ditanyakan,” kata Husni.

Ihwal nama Rahmat yang dikabarkan masih keluarga dekat Susno, Husni pun membantahnya. “Setahu saya, dalam keluarga Susno tidak ada yang namanya itu,” kata dia.

Beberapa saat setelah memberi kesaksian tanpa izin atasan yang meringankan terdakwa Antasari Azhar pada Januari lalu, Susno pun mengaku mendapat teror berupa ancaman pembunuhan. Salah satu pesan yang ditunjukkan keluarga Susno kepada wartawan berbunyi, “Sekali lagi kau berani buka-buka pada media, nyawamu gentayangan, cucu kesayanganmu jangan ditanya.”

Saat itu Susno sempat mengungsikan keluarganya dari rumah pribadinya di Puri Cinere, Depok. Susno saat ini ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan mencemarkan nama baik dan melanggar kode etik.

● EVANA DEWI | SUTJI DECILYA | JAJANG

 

Berita Terkait:

Dugaan Korupsi Pengusutan Dana Pajak Rp 25 Miliar harus Didahulukan

Susno Jadi Tersangka, Presiden Mengaku Tak Ikut Campur

Kuasa Hukum Tegaskan Susno Tak Benci Polri  

  • Send
  • Print