foto

Syahrial Johan



Sjahril Djohan Menginap di Mabes Polri

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Publik baru mengenal namanya setelah ia disebut-sebut sebagai Mister X oleh Susno Duadji, bekas Kepala Bareskrim Mabes Polri. Tapi, di kalangan penegak hukum, Sjahril Djohan punya reputasi panjang. Ia kondang di elite kepolisian dan sohor pula di Kejaksaan Agung.

sjahrilLahir di Jakarta pada 5 Oktober 1945, Sjahril, yang disebut-sebut oleh Susno sebagai makelar kasus besar di tubuh Polri, mengawali kariernya sebagai anggota Satuan Tugas Pelaksana Khusus Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Bidang Luar Negeri pada 1971-1973. Ia kemudian berkarier sebagai diplomat dengan menjadi Kepala Seksi II Direktorat Investigasi Khusus Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi Luar Negeri pada Departemen Luar Negeri. Mulai 1976 hingga 1980, ia dipercaya sebagai Sekretaris III Kepala Bidang Ekonomi pada Kedutaan Besar RI di Bern, Swiss.

Jejak diplomasinya tercatat antara lain dalam tim pemerintah yang waktu itu sedang memburu Hendra Rahardja, koruptor dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang kabur ke Australia. Ekstradisi Hendra, sayangnya, terhambat upaya judicial review pengacaranya. Penjahat kakap itu pun meninggal dalam pelariannya di Negeri Kanguru.

Jejaknya di Kejaksaan Agung terlihat jelas. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Didiek Darmanto mengatakan, Sjahril sempat menjadi staf ahli Jaksa Agung Marzuki Darusman dari 1999 sampai 2000. Namun Sjahril bukan pegawai organik. “Dia tenaga luar yang direkrut. Sekarang sudah tidak digunakan di sini," kata Didiek.

Tugas Sjahril ketika itu sebagai staf khusus untuk menghubungkan informasi bagi jaksa saat dipimpin Marzuki. “Surat tugasnya itu satu tahun," Didiek menambahkan.

Setenar apa ia di kepolisian? Kepala Polri sudah membentuk tim independen untuk mengusut apakah Sjahril memang memiliki kedekatan dengan para petinggi di institusi itu. Selain soal hubungannya dengan Komisaris Jenderal Susno Duadji, tim akan menelisik soal kabar kedekatan dia dengan mantan Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Makbul Padmanegara.

Ketua Satuan Tugas Anti-Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto mengatakan siap berpartisipasi menangani Sjahril jika diminta Polri. Satuan Tugas akan bertemu dengan Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri hari ini untuk membicarakan soal itu.

Pagi dini hari, setelah ditunggu selama hampir sepuluh jam, Ketua Tim Pengacara Sjahril Djohan, Hotma Sitompul, akhirnya datang menemui wartawan pada pukul 03.15 WIB. Hotma yang mengenakan kemeja putih berbalut jaket hitam menjelaskan proses yang tengah dihadapi kliennya. "Syahrial diperiksa sebagai saksi. Ada delapan belas pertanyaan yang diajukan," kata Hotma kepada wartawan di Markas Besar Polri, Rabu (14/4).

Dalam pemeriksaan tersebut, kata dia, Syahrial ditanyai berbagai hal yang selama ini diberitakan melalui media massa. "Intinya ditanyai sehubungan dengan perkataan Pak SD (Susno Duadji)."

Menurut dia, proses pemeriksaan diberhentikan sementara. Syahrial, kata dia, saat ini butuh istirahat. Namun Syahrial dipastikan akan menginap di Mabes Polri. "Ada satu anak buah kita (yang menginap) di situ," kata dia.

Syahrial yang baru datang dari Singapura, menurut Hotma, jatuh sakit selama pemeriksaan. Dari pengamatan Tempo, seorang dokter masuk ke dalam gedung Mabes Polri selepas tengah malam. "Keadaan Pak Il (panggilan Syahrial) lemah, dalam keadaan sakit yang akut. Tekanan darahnya rendah."

TOMI ARYANTO | EKO ARI WIBOWO | DANANG WIBOWO| ANTON WILLIAM

 Dihujani 18 Pertanyaan, Syahrial Johan Jatuh Sakit

 Tim Independen Periksa Sjahril Djohan

 Tiba di Mabes Polri Syahril Djohan Lewat Pintu Belakang  

 

 

  • Send
  • Print