Petugas Satpol PP terlibat bentrok dengan massa yang menentang eksekusi pembongkaran lokasi makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok di Koja, Jakarta utara, Rabu (14/4). Tempo/Tony Hartawan
Berita Terkait
Dua Petugas Satpol PP Tewas di Priok
TEMPO Interaktif, Jakarta - W Soepono dan Ahmad Tajudin mungkin belum pernah jabat tangan dengan Fauzi Bowo. Begitu pula Gubernur Jakarta itu pun mungkin tak kenal dengan dua petugas Satpol PP itu, sebelum tewas mengenaskan dalam kerusuhan brutal di Priok.
Korban tewas dalam bentrokan di Tanjung Priok akhirnya ditemukan setelah petugas menyisir seluruh kawasan terminal peti kemas hingga petang kemarin. "Korban berasal dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja," ujar Bobby, petugas keamanan Terminal Peti Kemas Koja.
Bobby menerangkan, korban bernama W. Soepono. Jenazahnya baru ditemukan oleh petugas sekitar pukul 18.30 WIB, dan langsung dilaporkan ke kepolisian untuk dievakuasi.
Tempo sempat melihat jasad Soepono, yang letaknya hanya sekitar 50 meter dari gerbang terminal peti kemas. Tubuh yang tergeletak itu tampak terluka di bagian perut sebelah kanan. Di bagian muka Soepono juga terlihat luka lebam dan mengeluarkan darah.
Pada saat hampir bersamaan, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Wahyono memastikan tidak ada korban tewas dalam bentrokan yang terjadi di sekitar makam Mbah Priok itu. "Tidak ada yang meninggal. Saya pastikan itu," kata Wahyono setelah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto di ruang kerja Wali Kota Jakarta Utara.
Satu lagi Ahmad Tajudin, anggota Satpol PP. Korban terakhir ini diketahui belakangan.
Malam harinya, Polda Metro Jaya mengatakan sedikitnya tercatat 134 orang terluka akibat bentrokan tersebut. Para korban adalah 69 anggota Satuan Polisi Pamong Praja, 55 warga setempat, dan 10 polisi. "Dua di antaranya luka berat," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Boy Rafli Amar.
Kerugian material di antaranya 6 bus, 4 truk, dan sebuah meriam air milik polisi yang dirusak dan dibakar massa. Empat truk Satpol PP mengalami nasib serupa. "Kerugian total masih belum dihitung," ujar Boy.
Hingga malam tadi, ratusan warga masih berkumpul di sekitar lokasi makam dan dinilai rentan provokasi. Apalagi sempat terjadi penjarahan di sekitar terminal oleh massa yang marah. Meski begitu, hingga kini belum ada satu pun kelompok yang disebut provokator itu ditangkap. Kepolisian meminta semua pihak menahan diri dari bentrokan susulan.
Karena itu, sekitar 400 polisi kembali dikerahkan untuk menggantikan 700 personel yang berjaga sejak siang. "Kami ganti dengan tenaga baru 4 SSK (satuan setingkat kompi)," kata Boy.
WAHYUDIN FAHMI | REZA M
Makam Mbah Priok dan MisterinyaMenteri Dalam Negeri: Satpol PP Sulit Dibubarkan
Jasad Anggota Satpol PP Korban Kerusuhan Koja Akhirnya Dievakuasi
Web via