foto

TEMPO/Imam Sukamto



DPR Setuju Perubahan APBN

TEMPO Interaktif, Jakarta -Rapat kerja pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010 di Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat berjalan mulus.

Dengan suara bulat, seluruh fraksi setuju rancangan tersebut dibawa ke Sidang Paripurna Dewan hari ini (3/5), untuk disahkan menjadi Undang-Undang APBN Perubahan 2010. "Ini di luar dugaan saya. Saya kira bakal alot, ternyata sangat lancar dan cair," kata Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Aziz kepada Tempo.

Pasalnya, kata Harry, sebelum rapat dimulai, beberapa anggota Dewan masih ingin memboikot Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk hadir dalam rapat-rapat di Senayan. Apalagi, kata dia, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, yang sedianya mewakili pemerintah bersama Sri Mulyani, tak bisa hadir. "Saya khawatir juga tadi," ujar Harry.

Badan Anggaran dikejar tenggat sebulan untuk menuntaskan pembahasan APBN Perubahan 2010. Rapat yang dihadiri 56 dari 85 anggota Badan Anggaran itu berlangsung cair, sesekali diselingi guyonan. Pembacaan sikap mini fraksi pun berlangsung cepat.

Fraksi Hanura memutuskan unyuk keluar dari ruang rapat (walk out) meski memberi persetujuan melalui pernyataan tertulis. Adapun Fraksi PKS, meski menyetujui perubahan anggaran, memberi catatan penolakan atas rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik tahun ini.

"Kenaikan tarif akan berdampak pada perekonomian masyarakat," kata anggota Fraksi PKS, Akbar Zulfakar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, postur dan asumsi APBN Perubahan lebih realistis. "Saya optimis (target pertumbuhan 5,8 persen) masih bisa dicapai, dan bisa saja lebih baik lagi," kata dia.

FAMEGA SYAFIRA | AGUS SUPRIYANTO

  • Send
  • Print