foto

Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Panca Syurkani



Curahan Hati Sri Mulyani

TEMPO Interaktif, Semarang - Raut muka Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo berubah. Mantan Panglima Kodam IV Diponegoro tersebut menumpahkan isi hatinya dalam acara pencanangan pembangunan Kantor Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang, Jumat (7/5).

Di depan hadirin acara tersebut, Bibit curhat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyan Indrawati. "Kalau saya bisa nangis, di sini maka saya akan nangis," ujar Bibit.

Apa yang membuat letnan jenderal purnawirawan tersebut terharu? Pangkal soalnya adalah pengunduran diri Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan.

Pada Rabu (5/5), Sri Mulyani menyatakan akan mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan. Terhitung 1 Juni, Sri Mulyani akan menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Bibit mengaku menyayangkan keputusan Sri Mulyani mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan. Menurut Bibit, kinerja Sri Mulyani di Kementerian Keuangan sudah sangat luar biasa.

Bibit menyebut Sri Mulyani telah mampu menjaga perekonomian Indonesia untuk tetap baik meskipun dihantam krisis global. Selain itu, Sri Mulyani dinilai berhasil dalam reformasi di kementerian keuangan terutama di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Menanggapi keluh-kesah Bibit, Sri Mulyani yang duduk di barisan depan hanya tersenyum-senyum.

Ketika mendapat kesempatan memberikan sambutan, Sri Mulyani pun menjawab keluh kesah Bibit. "Saya ingin baktikan seluruh ilmu, pengalaman dan hidup saya untuk Indonesia," kata Sri Mulyani.

Sri mengaku dirinya tidak pernah meninggalkan Indonesia. "Saya selalu kembali ke sini karena di sinilah tempat tinggal saya," kata dia. Namun, jika harus berkarya di tempat lain maka itu hanya tempat dan fungsinya saja yang lain. "Apalagi, karena saya bernama Sri Mulyani maka pastilah saya orang Jawa," kata dia.

Perempuan asal Semarang ini menyatakan jabatan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia merupakan bagian dari perjalanan kariernya. Bahkan, Sri mengaku, pilihan menerima tawaran di Bank Dunia itu merupakan rencana Tuhan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

Ia mengakui manusia punya rencana dan Tuhan punya rencana yang kadangkala berbeda. "Namun, Tuhan sangat adil karena saya yakin rencana Tuhan itulah yang terbaik bagi Indonesia," kata dia.

Meski berada di negeri orang, Sri menyatakan akan tetap terus menjalin komunikasi dengan orang Indonesia. Saat ini, luasan dunia terlihat kecil karena teknologi telah membuat tidak ada jarak yang jauh antar manusia.

Sri berjanji tetap membuka diri pada teman-temannya di Kementerian Keuangan. Bahkan ia mengaku siap diajak curhat dan menampung keluhan koleganya di kementerian yang pernah dipimpinnya itu. "Keluarga Kementerian Keuangan bagian dari saya secara pribadi," ujarnya.

Sri merasa yang bisa menjadikan ada batas jarak justru sikap seseorang. Jarak, kata dia, yang menetukan sikap. Jika tujuan dan sikap sama maka kebersamaan akan muncul terus. Sebaliknya, meskipun di tempat sama tapi sikapnya berbeda maka seperti sangat jauh.

ROFIUDDIN

Berita terkait

Pengganti Sri Mulyani Kemungkinan dari Kalangan Profesional

Inilah Pesan-pesan Sri Mulyani sebelum Lengser

Pengganti Sri Mulyani, Golkar Jagokan Anggito dan Darmin 

  • Send
  • Print