Daftar sementara siswa baru di SMAN 67, Jakarta Timur, Foto : Tempo/Rully Kesuma
Berita Terkait
Server Rusak, Proses Pendaftaran Siswa Baru Tertunda
TEMPO Interaktif, Jakarta - Akibat gangguan pengatur pusat (server) Proses Penerimaan Peserta Didik Baru, banyak yang menunda mendaftar ke sekolah.
Untuk itu Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Ratiyono, saat dihubungi siang ini mengatakan akan menambah waktu pendaftaran yang awalnya dijadwalkan dari 1 hingga 3 Juli.
"Kami memanfaatkan Minggu (4/7) untuk pendaftaran," ujarnya. Dinas pun, katanya, tidak ingin masyarakat juga dirugikan dalam gangguan server tersebut. "Kami juga akan tetap pertahankan transparansi, akuntabel, dan tidak diskriminasi saat pendaftaran," ujarnya.
Penambahan jadwal pendaftaran, katanya, otomatis memundurkan waktu pengumuman. "Tadinya Sabtu (3/7), akan kami undur paling lambat Senin (5/7) pukul 16.00," kata Ratiyono. Namun, jika sistem server lebih baik, pengumuman pendaftaran pun bisa dimajukan lagi.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih memperbaiki server dalam PPDB secara online sejak Kamis (1/7) malam. "Lagi diperbaiki dari malam," kata Riyanto.
Sampai saat ini, kata Ratiyono, pihaknya sedang mencari penyebab gangguan server, mulai dari perangkat lunak (software) hingga sistem pengaturannya. "Mungkin kapasitas bandwith dan alur logika dalam sistem akan kami lihat lagi," ujarnya.
Ratiyono menjelaskan, saat ini server pun telah berjalan, namun masih lambat. "Kami ingin lebih bagus dan dimajukan," tuturnya.
Sebelumnya, server PPBD online tidak dapat diakses ketika sejumlah sekolah mencoba memasukkan data-data para pendaftar PPBD SMA yang dimulai hari ini.
Pihak sekolah bertugas memasukkan data-data para pendaftar yang menyerahkan fotokopi Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan fotokopi kartu peserta, juga mengisi formulir pendaftaran kepada pihak sekolah.
Setelah data dimasukkan ke dalam sistem PPBD online, maka para pendaftar akan mendapat nomor pendaftaran untuk mengetahui diterima atau tidaknya peserta tersebut.
Sementara akibat server PPBD tak bekerja optimal, panitia penerimaan peserta didik baru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 36 Cilincing, Jakarta Utara, terpaksa bekerja hingga larut malam.
"Jam 8 malam mulai dikerjakan sampai jam 5 subuh, pada begadang, kerja server lemot 5-10 menit," kata ketua panitia Herman Zein kepada Tempo dikantornya, siang ini.
Herman mengaku, saat memasukan data para calon peserta didik baru ke tingkat pusat, kinerja komputer berjalan lamban. Bukan karena komputer yang rusak, "Tapi dari pusatnya," keluhnya.
Sebanyak enamratusan calon siswa yang mendaftar sejak kemarin, separuh dari mereka belum juga rampung dikerjakan. "Apalagi ditambah sekitar seratusan dihari ini," kata dia lagi.
Penerimaan siswa baru dibuka hingga besok. Bagi para calon siswa yang ingin mengetahui hasil pengumuman, bisa diakses melalui internet atau datang ke sekolah tujuan.
Salah satunya server pusat pendaftaran SMA Negeri 70 masih mengalami kendala. Imbasnya membuat pemasukan data siswa baru di semua SMA Negeri seluruh wilayah DKI Jakarta tersendat-sendat.
Pantauan Tempo di SMA Negeri 13 Jakarta Utara puluhan siswa sedang menunggu hasil print out peringkat dari situs http://sma.ppdbdki.org.
Ribka, siswa lulusan SMP Fransiskus Xaverius Strada, Jakarta Utara mengaku dirinya sudah menunggu hasil print out sejak pukul delapan pagi. Namun sampai pukul 11.30 WIB dirinya belum mendapat jawaban pasti kapan print out itu keluar.
SUTJI DECILYA | APRIARTO MUKTIADI | DANANG WIBOWO
Web via