Torik. Tempo/Mustafa Silalahi/Repro
Berita Terkait
Lelaki Misterius di Balik PenganiayaanTama
TEMPO Interaktif, Jakarta - Namanya semisterius orangnya. Dia adalah Torik Dasa Maulana Arie Aprianto. Jarang-jarang ada orang Indonesia memiliki nama yang terdiri atas lima kata. Kiprahnya jauh lebih misterius lagi. Dia pengemudi Toyota Avanza yang tiba-tiba mengaku menjadi saksi penganiayaan anggota Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun.
Sabtu lalu, dia menampakkan diri di Rumah Sakit Asri, Jakarta Selatan, untuk menjenguk Tama. Yang mengagetkan, tiba-tiba dia mengklarifikasi posisinya: bahwa dia cuma saksi.
Sehari kemudian, Torik mengulang kunjungannya menengok Tama dan bercerita terperinci tentang kejadian penganiayaan terhadap pelapor rekening mencurigakan Polri ke Komisi Pemberantasan Korupsi itu.
Tak ada yang istimewa dari pemuda berambut cepak yang masih tinggal bersama orang tuanya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini. Terakhir bekerja sebagai sopir di PT Sutjiati Bhakti, pemuda kelahiran Jakarta, 30 September 1985, ini mengaku pusing karena dicari-cari wartawan dan polisi. "Gue dipecat secara tidak langsung. Kepercayaan bos sudah hilang," katanya.
Torik dikenal jarang bergaul di lingkungan rumahnya. Tak banyak pemuda sekitar Gang Haji Umat, Jalan Joe Kelapa Tiga, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang suka kepadanya. "Sebagian orang tidak suka gayanya," tutur salah satu pemuda dekat rumahnya, Imron.
Anak sulung dari tiga bersaudara putra Miskun ini dikenal suka naik sepeda motor ugal-ugalan saat duduk di bangku sekolah menengah atas. "Dia pernah ditempeleng karena kelakuannya. Dia juga suka menipu," ujar Imron.
Dalam hal pelajaran, menurut gurunya di SMA Kemala Bhayangkari 1, Jakarta Selatan, Torik tergolong biasa saja. "Nilainya cenderung pas-pasan," kata guru yang tak mau disebutkan namanya itu.
Lulus SMA, Torik melanjutkan studi ke Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Nusantara (LP3N) cabang Depok pada pertengahan 2003. Dia mengambil program profesi dua tahun di bidang information technology (IT) dan lulus pada 2005 dengan Indeks Prestasi Kumulatif 2,55. "Dia (Torik) normal-normal saja waktu belajar di sini, tak pernah masuk buku hitam," ujar staf pengajar yang tak mau menyebutkan identitasnya ini.
Torik sudah berulang kali pindah pekerjaan. Sejak 2007 hingga kini, dia sudah gonta-ganti pekerjaan sebanyak lima kali.
Setelah heboh penganiayaan terhadap Tama, Torik, yang tiba-tiba muncul, kini juga tiba-tiba ingin menghilang. Lelaki yang sudah dipecat dari kantornya itu mengaku berencana pergi ke Dubai, Uni Emirat Arab. Dia menampik tuduhan lari dari masalah. "Saya mau menenangkan diri dulu, bukan berarti saya takut," ujarnya.
HERU TRIYONO | MUSTAFA SILALAHI | ROSALINA
BERITA TERPOPULER LAINNYA
Tiga Kejanggalan Torik di Mata Tama
Kelompok Penganiaya Aktivis Terlacak
Polisi Selidiki Kesaksian Pengemudi Avanza
Ada Mister A, Ahli IT yang Terlibat Video Ariel
Pengakuan Cut Tari Dinilai Tak Ringankan Proses Hukum
Mister"A" Diduga Pengunggah Pertama Video Ariel
Cut Tari Tak Pernah Setuju Direkam
Manekin Bugil Bikin Ribut Warga Amerika
Tifatul Pastikan Tak Ada Reshuffle Kabinet
Paul Gurita Dihargai Rp 343 Juta Sebagai Maskot Acara Masak
Polisi: Delapan Pengunggah Video Ariel Tak Saling Kenal
Web via