foto

Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Tempo/panca Syurkani



Kecewa, Presiden Desak Dirjen Pajak Segera Reformasi Diri

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai segera mereformasi diri.

"Hentikan segala bentuk penyimpangan dan kejahatan sekarang juga. Tidak perlu tunggu sampai reformasi selesai," katanya di depan jajaran pejabat pajak dan bea cukai di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/7).

Dalam kesempatan tersebut Presiden menyampaikan rasa kecewanya kepada Direktorat Pajak karena adanya kasus permainan pajak yang melibatkan para pejabatnya. "Masih ada petugas pajak yang kejahatannya itu luar biasa, tidak pernah terbayangkan, kreatif tapi kreativitas yang keliru," katanya.

Presiden mengatakan kasus penyelewenangan pajak yang dilakukan sejumlah pejabat pajak membuat masyarakat menghujat institusi pemungut pajak. Hal ini, kata Presiden, "Patutlah saudara berintrospeksi."

"Banyak billboard besar bertuliskan orang bijak taat pajak, berlaku juga sesungguhnya bagi petugas pajak: petugas pajak yang bijak adalah petugas pajak yang mengelola pajak dengan baik dan benar," katanya.

Reformasi, lanjut Presiden, harus terus dilakukan di kedua direktorat pajak sehingga layanan menjadi cepat dan murah. "Saya harap ditingkatkan lagi," katanya.

Presiden mengingatkan minggu pertama setelah pelantikannya menjadi Presiden 2004 lalu, Dirjen Pajak menjadi satu dari empat institusi yang ia kunjungi. Saat kunjungan tersebut, kata Presiden, ia meminta dilakukan reformasi.

"Yang pertama saya kunjungi Dirjen Pajak, Dirjen Bea Cukai, Kejaksaan, dan Kepolisian. Wilayah-wilayah ini rawan godaan dan prilaku yang menyimpang. Bukan lembaganya, tapi orang seorang," katanya.

Presiden meminta Menteri Keuangan melakukan pengawasan reformasi di kedua direktorat tersebut. "Saya harap saudara membantu memfasilitasi upaya meningkatkan kinerja dari kedua Dirjen ini," katanya.


Dwi Riyanto Agustiar

  • Send
  • Print