TEMPO/Usman Iskandar
Berita Terkait
Isu Perang Bintang Mencuat
TEMPO Interaktif, Jakarta - Penundaan pelantik an sejumlah perwira tinggi polisi karena sakitnya Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri mencuatkan kembali isu perang bintang di Markas Besar Polri.Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Nasir Djamil, misalnya, mengatakan simpang-siur seputar sakitnya Bambang tidak terlepas dari agenda pergantian Kapolri pada Oktober nanti. "Ada perang bintang," kata Nasir kemarin.
Menurut Nasir, informasi sakitnya Kapolri dibuat simpang-siur untuk menciptakan citra negatif. "Sehingga timbul kesan orang-orang yang diajukan Kapolri tidak legitimate," kata Nasir.
Jumat lalu, Jenderal Bambang tidak muncul seharian di depan publik. Pelantikan sembilan kepala kepolisian daerah dan lima pejabat di Mabes Polri pun batal tanpa alasan yang jelas.
Awalnya, Mabes Polri menyatakan Kapolri dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi pihak Istana menyatakan tidak ada pertemuan Kapolri dengan Presiden. Setelah magrib, baru ada kabar bahwa Kapolri istirahat karena sakit.
Menurut Nasir, perkubuan di tubuh Polri melibatkan berbagai angkatan, terutama angkatan 1977, 1978, dan 1980. Bambang Hendarso sendiri adalah lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1974.
Bambang, menurut Nasir, cenderung menginginkan angkatan 1978 untuk memimpin korps baju cokelat. "Agar ada regenerasi teratur di kepolisian." Namun ada yang menginginkan penyegaran dengan memberikan jatah kepada angkatan 1980.
Koordinator Indonesia Police Watch Neta S. Pane memetakan empat kubu yang meramaikan bursa calon Kapolri. Pertama, angkatan 1975 yang menyorongkan Komisaris Jenderal Jusuf Manggabarani. Lalu ada angkatan 1977, yang mengusung Komisaris Jenderal Ito Sumardi. Kemudian angkatan 1978 mengelus-elus Komisaris Jenderal Nanan Soekarna. Terakhir, angkatan 1980 menjagokan Inspektur Jenderal Bambang Suparno dan Inspektur Jenderal Imam Sujarwo.
Juru bicara Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, membantah isu perkubuan itu. "Perang bintang itu tidak ada," kata Edward. Menjelang suksesi Kapolri, perwira tinggi semakin solid. Siapa pun yang dipilih Presiden menjadi Kapolri, "Seluruh jajaran pasti akan loyal."
MUSTAFA SILALAHI | AMIRULLAH | RIRIN AGUSTIA | JAJANG
Berita terkait:
ICW Minta Mutasi di Kepolisian Dibekukan
Kapolri Izin Istirahat Dua Hari
Web via