ilustrasi Kerusuhan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Berita Terkait
Buol Makin Panas
TEMPO Interaktif, Jakarta - Situasi Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu malam hingga Kamis (2/9) dini hari makin kacau. Warga makin beringas mencari polisi bersama keluarganya di Kota Buol.
Massa marah karena sepanjang Rabu kemarin sudah delapan warga yang tewas akibat bentrokan berdarah Selasa malam kemarin. Selain itu warga marah karena masih terjadi penembakan terhadap warga Rabu petang.
Informasi di lapangan menyebutkan di setiap sudut jalan Kota Buol warga membakar sepeda motor milik polisi. Mereka juga membakar ban-ban di sepanjang jalan. Tidak hanya itu warga membakar Pos Polisi Pelabuhan Buol. Warga memblokir jalan masuk dan keluar Kota Buol.
Saat ini sejumlah titik di Buol terlihat masih ada konsentrasi massa. Mereka juga melakukan razia terhadap aparat kepolisian setempat. Toko-toko dan rumah makan sepanjang Rabu malam tutup. Para pemilik rumah makan memilih tak menjual untuk menghindari hal yang tak diinginkan.
"Susah, rumah makan pada tutup, bagaimana sahurnya nanti," ujar Abdi, anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu yang kini berada di Buol.
Kepala Kepolisian Resor Buol, Ajun Komisaris Besar Amin Litarso, membenarkan situasi Buol makin tak kondusif. Menurut Amin, bantuan dari Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah hingga kini belum sampai di Kota Buol. Soalnya, kata dia, jarak Palu-Buol memang agak jauh, sekitar 500 kilometer. "Harus melewati puluhan gunung dan tanjakan tinggi," ujar Amin.
Ia juga mengatakan rumah Wakil Kepala Kepolisian Resor dijarah massa. Mereka mengambil barang-barang milik Wakapolres. "Isi rumah diacak-acak, barang-barang milik Wakapolres ada yang dihancurin," katanya.
Menurut Kapolres, sebanyak 200 lebih keluarga anggota Polri yang bertugas di Buol terpaksa diungsikan dari kediaman mereka ke Markas Polres untuk menghindari amuk massa. Mereka dievakusi dengan memakai kendaraan pribadi dan kendaraan dinas.
Kerusuhan Buol pecah Selasa malam menyusul tewasnya seorang tahanan Polsek Biau bernama Kasmir Timumun, Senin sore. Keluarga menduga tewasnya Kasmir, warga Kelurahan Leok II yang bekerja sebagai tukang ojek, akibat penganiayaan oknum polisi.
DARLIS
Berita terkait:
- Rumah Wakapolres Buol Dijarah Massa
- Memanas, 200 Lebih Keluarga Polisi Buol Diungsikan ke Polres
- Situasi Buol Makin Kacau
Web via