Selasa, 28 September 2010 | 18:33 WIB
Pemutaran Film Q Festival Undang Aksi Massa FPI
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ratusan anggota Front Pembela Islam dipimpin Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas berencana menyerbu gedung Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Menteng Jakarta hari ini, Selasa (28/9).
Organisasi masyarakat berbasis agama ini datang untuk "menghalangi" pemutaran film lesbi dan gay juga soal HAM yang digelar oleh Kontras, LBH Jakarta serta elemen perfilman lainnya. "Kami sedang menuju ke sana. Kami tidak setuju dengan pemutaran film jenis itu," kata Salim kepada Tempo pagi ini pukul 10.00 WIB.
Pada Sabtu pekan lalu (25/9), sebenarnya isu FPI menyerang Goethe Haus sudah sampai ke telinga wartawan. Namun entah kenapa, FPI Jakarta mengurungkan niatnya untuk menyerang, dan mengubah rencananya menjadi hari ini.
Dengan menunggangi enam mobil dan belasan sepeda motor, FPI datangi Goethe Institut sekitar pukul 11.30 WIB hari ini. Mereka meminta festival film yang memutar kisah gay dan lesbi dihentikan dalam waktu 1x24 jam.
"Jangan sampai tempat ini dibakar karena merusak moral," ujar Ketua FPI Jakarta Habib Salim Alatas di depan gedung Goethe Institut Jalan Sam Ratulangi Nomor 9-15 siang ini.
Dalam orasinya, FPI meminta pada pengelola gedung jangan sampai memutar film yang mereka nilai berperilaku seperti binatang. "Tempat ini jangan sampai jadi ajang lesbi dan gay," teriak salah satu orator.
Dalam pandangan Salim, para pelaku homoseksual akan diazab Tuhan dengan hujan batu. Malah, kata dia, ada sebagian hadis yang memanfatwakan hukuman mati bagi pelaku gay dan lesbi.
Saat FPI menyampaikan sikap, FPI ditemui pihak Goethe Institut, namun bukan pihak panitia yang mengadakan festival film. Pihak Goethe sendiri tidak mau memberikan keterangan terkait protes yang dilayangkan FPI.
Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan tindakan FPI yang mengancam akan membubarkan festival film di Goethe Institute, melanggar hukum.
"Pemerintah menyediakan ruang untuk aspirasi, tapi kalau sudah ancam mengancam itu jawabannya hukum," kata Menteri nya sebelum menghadiri pelantikan Panglima TNI di Istana Negara, Selasa 28 September 2010.
HERU TRIYONO | DWI RIYANTO AGUSTIAR