TEMPO/Adri Irianto
Berita Terkait
Teka-teki Kapolri, dari Twitter hingga Sertijab Mendadak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Teka-teki calon Kapolri yang diajukan Istana bergerak liar hari ini, mulai dari calon yang dimunculkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung di akun Twitternya, hingga Sertijab mendadak yang memunculkan seorang lagi calon berbintang tiga.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR Pramono Anung membocorkan nama calon Kapolri dengan menyebutkan rekam jejaknya yang pernah menjabat dua kali Kapolda di Sumatera dan pernah menjadi Kapolwil Surabaya.
Indikator itu menimbulkan pertanyaan karena syarat itu tidak sesuai dengan rekam jejak dua calon kuat yang beredar belakangan ini, Komisaris Jenderal Nanan Soekarna dan Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo.
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum justru menguatkan indikasi itu dengan mengatakan nama yang muncul justru tidak banyak diperbincangkan, sementara calon yang memenuhi syarat itu ada pada diri Komisaris Jenderal Ito Sumardi.
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri sendiri membantah kemungkinan adanya nama lain di luar dua nama calon Kapolri yang diajukannya. "Oh nggak nggak. Kita sesuai sistem mengajukan dua, kalau ada yang muncul silakan saja," katanya di Istana Negara, Senin (4/10).
Saat ini Ito adalah Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Pada 2001-2003, dia pernah menjabat sebagai Kapolwil Surabaya. Dia juga pernah dua kali menjadi Kapolda di Sumatera. Pada 2005-2006 ia menjadi Kapolda Riau, dan 2006-2008 menjadi Kapolda di Sumatera Selatan.
Dari pihak Istana, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi enggan memberikan jawaban soal kabar yang beredar kalau Istana menyorongkan nama Ito sebagai calon Kapolri ke DPR sebagai jalan tengah dari dua kandidat yang sebelumnya beredar.
"Saya tidak komen, mohon maaf saya tidak komen, yang jelas sebelum ke Belanda nama itu akan diajukan," kata Sudi usai pelantikan Anggota KPU di Istana Negara, Senin (4/10).
Sudi mengatakan siapa saja nama yang akan disampaikan ke DPR segera diputuskan Presiden. "Kita tunggu saja dari beliau (Presiden)," kata Sudi. Dia juga tidak bisa memastikan penyerahan hari ini atau besok sebelum berangkat ke Belanda. "Sebelum ke Belanda. Bisa diserahkan sekarang bisa besok," ujarnya.
Di tengah kesimpang-siuran itu, mendadak Mabes Polri menggelar acara serah terima jabatan yang melibatkan tiga jenderal. Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Timur Pradopo sore ini dilantik menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Markas Besar Polri. Timur menggantikan posisi Komisaris Jenderal Iman Haryatna. Sementara posisi Timur digantikan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Sutarman.
Drama teka-teki ini pun semakin seru dengan tingkah lakon yang diperagakan Kapolri dan Istana menjelang saat-saat pengumuman calon resmi yang dijadwalkan sore ini atau bisa juga besok.
CORNILA DESYANA | EKO ARI WIBOWO | MUTIA RESTY | ANTON SEPTIAN
Berita terkait:
- Kapolri Tiba-tiba Tinggalkan Rapat Kabinet
- Kapolri Pastikan Ito Bukan Penggantinya
- Istana Enggan Komentari Soal Ito Sumardi