Detik-detik Lolosnya Nama Timur Pradopo

TEMPO Interaktif, Jakarta -- Munculnya nama Komisaris Jenderal Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kepala Polri mengejutkan banyak pihak. Nama itu tak pernah diduga sebelumnya. Ada apa? Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Tjatur Sapto Edy mengatakan Timur adalah pilihan "aman" Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pilihan itu bisa meredakan adanya perkubuan di kalangan internal Polri menjelang pemilihan Kepala Polri baru.

"Kami mengapresiasi keputusan Presiden," kata tadi malam. Timur, yang sempat menghilang dari daftar calon yang dijagokan, diharapkan akan menjadi jalan keluar dan menciptakan situasi "sama-sama menang".

Sebelum nama Timur muncul ada dua nama kuat calon kepala Polri, yakni Komisaris Jenderal Nanan Sukarna dan Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo. Nama Timur bahkan juga menyalip nama Ito Sumardi, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. "Ini adalah jalan keluar yang terbaik yang diambil Presiden, supaya tidak ada yang losing-face di berbagai angkatan dan institusi Polri," Tjatur menambahkan.

"Nama Timur, kata Wakil Ketua DPR dari Golkar Priyo Budi Santoso, "Bukanlah "Timur bukan calon yang ujug-ujug jatuh dari langit. Dia sudah masuk dalam daftar kandidat Kapolri yang sudah kita duga." Dia masuk tujuh nama petinggi yang digadang-gadang menjadi orang nomor satu di Polri.

Belakangan, namanya tenggelam, entah mengapa. Sementara dua calon lainnya Nanan dan Imam Sudjarwo namanya terus melambung. Imam, terakhir menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian, resmi menjadi jenderal bintang tiga pada 20 September lalu. Adapun Nanan, yang lebih dulu menyandang bintang tiga, terakhir menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri. Persaingan calon Kapolri ini semakin memanas setelah Sekretariat Gabungan Partai Koalisi pun telah memberikan masukan kepada Presiden soal calon Kepala Polri ini. "Setgab telah membahas, brain storming, calon-calon Kapolri yang punya peluang," kata Tjatur beberapa waktu lalu.

Namun, kepopuleran kedua calon itu tiba-tiba seperti sirna kemarin. Muncul kuda hitam calon kepala Polri yakni Ito Sumardi. Nama ini muncul setelah Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membocorkan calon Kapolri lewat Twitter. Kata Pramono, "Kapolri-nya, pernah menjadi kapolwil di Surabaya." Sang kepala Polri itu juga pernah menjadi Kapolda di Sumatra dua kali. Kriteria itu cocok untuk Ito Sumardi, bukan Nanan atau Imam.

Anas juga memberi bocoran. Dia mengatakan Presiden mengutamakan calon pemimpin Polri yang profesional, kredibel, dan loyal. "Yang akan jadi Kapolri adalah yang tidak melakukan safari. Kapolri bukan figur politik." Kriteria ini juga cocok untuk nama Ito. Maka, Senin pagi, nama Ito pun disebut-sebut sebagai calon pasti Kepala Polri.

Rupanya, dugaan banyak orang terhadap calon Kapolri meleset. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendadak memutuskan memilih Komisaris Jenderal Timur Pradopo sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Pembahasan dilakukan sebelum Rapat Kabinet Paripurna" kata Ketua Komisi Kepolisian Djoko Suyanto yang juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan dalam pesan pendeknya kepada Tempo, Senin 4 Oktober 2010 malam. Menurut Djoko, Presiden memutuskan memilih Timur sebagai calon Kapolri setelah memastikan sang calon memenuhi persyaratan formal maupun non formal. "Keputusan itu diambil sebelum rapat kabniet." kata Djoko.

Nama Timur dikirim Senin sore ke DPR dan langsung diterima Ketua DPR Marzuki Alie. Menurut Djoko, nama Timur diajukan setelah mendengar  pertimbangan Wakil Presiden Boediono, Ketua Kompolnas, Kapolri dan Kepala BIN. "Di samping itu Presiden juga mempertimbangkan aspek-aspek lain yang berkembang di kalangan masyarakat dan media," katanya.

 TOMI | AMIRULLAH | ANGIOLA HARRY | WDA | DWI RIYANTO


BERITA TERKAIT

  • Send
  • Print