foto

TEMPO/Seto Wardhana



Perang Dagang di Balik Penarikan Indomie?

TEMPO Interaktif, Jakarta - Empat hari setelah dicatatkan pertama kali di bursa, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk anjlok. Saham yang dicatatkan pada 7 Oktober lalu tersebut anjlok Rp 250 menjadi Rp 5.450, Senin (11/10). Bahkan, nilai saham tersebut sempat tererosok ke titik terendah yakni Rp 5.200.

PT Indofood CBP Sukses Makmur merupakan produsen mi instan Indomie. Penurunan nilai saham Indofood terjadi lantaran pelarangan penjualan mi instan Indomie di Taiwan.

Jaringan supermarket terbesar di Taiwan, ParknShop dan Wellcome, menarik semua produk Indomie dari supermarket-supermarket milik mereka. Penarikan dilakukan setelah pemerintah Taiwan, Jumat (8/10), menyimpulkan ada dua bahan pengawet terlarang, methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid, di dalam Indomie. Padahal, bahan pengawet tersebut hanya dibolehkan untuk kosmetik.

Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Pangan Indonesia Boediyanto menduga larangan Indomie di Taiwan bermotif persaingan usaha. "Kalau ada masalah dengan kandungan kimia, kenapa baru dipermasalahkan sekarang," katanya. "Padahal Indomie sudah masuk mulai diekspor sejak 20 tahun lalu."

Terlebih, setiap makanan impor harus mendapat persetujuan badan kesehatan lokal sebelum diedarkan di pasar, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia. Di Taiwan, badan yang berwenang adalah Biro Keamanan Makanan di bawah Departemen Kesehatan. Persetujuan didapat setelah meneliti kandungan yang terdapat di produk itu.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso. Menurut Priyo, kemungkinan permasalahan Indomie yang peredarannya ditarik dari Taiwan ada kaitannya dengan isu perang dagang.

Hingga kini, pihak Taiwan belum bisa dimintai keterangan mengenai indikasi tersebut.

Importir Indomie di Taiwan, Fok Hing (HK) Trading, mengatakan mi produk Indomie sudah memenuhi standar keamanan makanan di Hong Kong maupun Badan Kesehatan Dunia (WHO). Fok Hing (HK) Trading mengutip penilaian kualitas Indomie pada Juni yang menyatakan tidak menemukan kandungan pengawet terlarang di Indomie.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia pun memastikan produk Indomie di Indonesia aman untuk dikonsumsi. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Kustantinah, produk Indomie di Indonesia yang terdaftar sudah memenuhi syarat dan aman.

Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, mengatakan produk-produk mereka sudah memenuhi standar internasional. "ICBP menegaskan bahwa produk-produknya telah sesuai dengan petunjuk global yang dibuat CODEX Alimentarius Commission, badan standar makanan internasional,” ujar Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Taufik Wiraatmadja.

REZA M| MUTIA RESTY| KODRAT

Berita terkait: 

 Indonesia Konsumsi 14 Miliar Bungkus Mi per Tahun

 Giliran Singapura Selidiki Kandungan Pengawet Indomie 

  • Send
  • Print