Petugas Kesehatan memeriksa paket mie instan di sebuah toko di Taipei, Taiwan. AP/ Biro Kesehatan Umum negara bagian Taipei
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Waspadai Efek Kasus Indomie
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah diminta mewaspadai efek domino setelah pemerintah Taiwan memutuskan melakukan penarikan produk Indomie dari pasar mereka. "Sebab, masalah ini terkait dengan kesehatan manusia. Jadi, negara lain akan bereaksi," kata Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani di Jakarta kemarin.
Penarikan yang dilakukan Taiwan dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpercayaan negara lain kepada produk makanan dan minuman asal Indonesia "Jadi, pemerintah sudah harus siaga satu," Franky menegaskan.
Dia juga mengimbau agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian segera menyelesaikan masalah ini. "Misalnya, Kementerian Perdagangan harus melakukan pendekatan secara diplomasi kepada pihak Taiwan."
Jumat pekan lalu pemerintah Taiwan mengumumkan penarikan produk mi instan Indomie produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dari pasar. Penarikan dilakukan setelah Biro Keamanan Makanan Departemen Kesehatan Taiwan mengaku menemukan methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid, dua bahan pengawet yang dilarang digunakan untuk makanan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Suryo Bambang Sulisto meminta pemerintah bersikap tegas atas pelarangan tersebut. Misalnya,"Apakah kita juga harus mengambil sikap untuk mempersulit produk luar negeri ke Indonesia."
Sikap tegas pemerintah diperlukan untuk menyikapi produk impor yang bisa mengancam dunia usaha dalam negeri. "Kalau mengancam eksistensi industri dan lapangan kerja, mungkin harus dipikirkan lagi langkahlangkah untuk mengamankannya,"kata Suryo.
Ihwal klarifikasi yang dilakukan pemerintah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah menyatakan akan segera disampaikan melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei. "Kami ber tanggung jawab atas keamanan, manfaat, mutu gizi produk yang beredar."
Produsen Indomie, Indofood, akan melakukan pendekatan dengan pengusaha di Taiwan. "Kami akan tangani kasus ini business to business," kata Komisaris PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang. Sampai kini belum ada pengaruh terhadap kegiatan ekspor Indomie.
Setelah sempat terpuruk pada perdagangan saham Senin lalu, kemarin harga saham produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), kembali naik Rp 100 menjadi Rp 5.550.
Kenaikan yang sama juga dialami saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), sebesar Rp 175 menjadi Rp 5.050 per lembar. Menurut analis saham PT Financorpindo Nusa, Helen, investor kembali membeli saham setelah manajemen Indofood dan BPOM memberi penjelasan. Lagi pula pangsa pasar Indomie di Taiwan dan Hong Kong relatif kecil dibanding di Indonesia. "Sehingga secara fundamental tidak akan banyak berpengaruh terhadap pendapatan perseroan."
Menyusul Taiwan, pengawas produk makanan Singapura, Agri-Food and Veterinary Authority (AVA), sedang melakukan investigasi terhadap produk Indomie di wilayahnya. Seperti dikutip Channelnewsasia, hasil pengujian akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
EKA UTAMI APRILIA | M REZA | SUTJI DECILYA | VIVA B. KUSNANDAR | ALI NY
Berita terkait:
Menteri: Indomie Berbahaya Kalau Sehari Makan 500 Bungkus
Menteri Hidayat: Indomie Yang Dirazia Taiwan Tidak Diimpor Resmi