Lonjakan Harta Timur

TEMPO Interaktif, Jakarta - Jumlah kekayaan calon Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Timur Pradopo, melonjak tajam dalam dua tahun terakhir. "Ada peningkatan 109,98 persen," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi M. Jasin dalam rapat dengar pendapat di Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat kemarin.

Jasin diundang Komisi III karena hari ini mereka akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Timur sebagai calon tunggal Kepala Polri.

Jasin menerangkan, pada 7 Januari 2008, Timur melaporkan kekayaannya sebanyak Rp 2,1 miliar. Dua tahun kemudian, 4 Agustus 2010, kekayaan Timur naik menjadi Rp 4,4 miliar.

Menurut Jasin, dari kekayaan yang dilaporkan Timur, dana yang tidak jelas asal-usulnya sekitar Rp 435 juta. Namun KPK belum meminta penjelasan Timur soal dana itu. KPK juga belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan penyimpangan atau tindak pidana. "Laporan dari masyarakat juga belum ada," kata Jasin.

Kemarin Komisi III juga mengundang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Komisi Kepolisian Nasional, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk dimintai keterangan soal Timur.

Ketua PPATK Yunus Husein mengatakan, pihaknya belum menemukan transaksi keuangan mencurigakan yang berkaitan dengan rekening atas nama Timur. Namun, Yunus mengakui, PPATK baru menelusuri rekening atas nama Timur di sejumlah bank swasta dan pemerintah.

Tim PPATK belum menelusuri transaksi keuangan pada rekening milik keluarga Timur. "Karena keterbatasan waktu," ujar Yunus.

Dalam berbagai kesempatan, Timur menyatakan siap menjalani fit and proper test di DPR. "Sudah dipersiapkan," katanya dalam acara ulang tahun Persatuan Purnawirawan ABRI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Selasa lalu.

MUTIA RESTY | AMIRULLAH | JAJANG 

Berita Terkait:

 Timur Pradopo Dihadapkan Berbagai Kasus 

 Jenderal yang Penuh Kesederhanaan

 Timur Pradopo Suka Naik Ojek  

 

  • Send
  • Print