foto

Gunung Merapi. REUTERS/Beawiharta



Amuk Merapi

TEMPO Interaktif, Yogyakarta -  Gunung Merapi akhirnya meletus kemarin sore. Hingga tadi malam, awan panas menyembur tiada henti dari kawah gunung berapi paling aktif di dunia itu. Sedikitnya lima orang tewas akibat terpanggang awan panas di Kinahrejo, di sekitar rumah tokoh Merapi, Maridjan, termasuk wartawan Vivanews.com Yuniawan Wahyu Nugroho.

Tiga orang lainnya meninggal di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, Sleman. Satu di antaranya, balita dua tahun, tewas akibat awan panas dan dua akibat sesak napas.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengatakan awan panas keluar pertama kali sekitar pukul 17.02 WIB. Sirene bahaya di Kaliurang, Sleman, dibunyikan pada pukul 17.57 WIB.

Menurut Surono, awan panas yang muncul dalam letusan kali ini lebih lama dari letusan tahun 2006. "Pada 2006, awan panas terjadi selama tujuh menit. Pada tahun ini awan panas sudah lebih dari 20 menit," ujarnya.

Menurut Kepala Badan Geologi Sukiyar, peningkatan energi Merapi tiga kali lipat pada 2010 dibanding sebelumnya.

Eko Teguh Paripurno, penggagas Komunitas Lereng Merapi, menyatakan dahsyatnya letusan kali ini terlihat dari ujung awan panas letusan Merapi yang mencapai kawasan rawan bencana II. “Dalam seratus tahun terakhir, belum pernah ujung awan panas sampai masuk kawasan rawan bencana II,” katanya.

Petugas memperkirakan awan panas bergerak ke arah selatan (wilayah Cangkringan, Kabupaten Sleman) dan barat daya (wilayah Dukun, Kabupaten Magelang) sesuai dengan arah angin.

Hingga Rabu pagi ini, sudah ditemukan 13 korban tewas akibat awan panas Merapi. "Tim pencari dan evakuasi menemukan 13 korban tewas, seorang di antaranya adalah wartawan serta anggota tim kedokteran kepolisian," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Yogyakarta Kolonel Laut Aloysius Pramono, di Sleman, Rabu (27/10).

Pencarian korban awan panas Gunung Merapi difokuskan di wilayah dua dusun yaitu Kinahrejo dan Turgo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Pencarian korban yang selamat maupun kemungkinan sudah meninggal, difokuskan di dua dusun kawasan selatan kaki Merapi yaitu Kinahrejo dan Turgo. Dua dusun ini paling parah, dan bahkan nyaris luluh lantak diterjang awan panas gunung itu," katanya.

Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan selama ini tinggal di Dusun Kinahrejo bersama keluarganya. Dusun Kinahrejo berjarak sekitar enam kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Ia mengatakan evakuasi korban berada di bawah komando Korem 072 Pamungkas. "Evakuasi korban awan panas Gunung Merapi di bawah komando Korem 072 Pamungkas Yogyakarta dengan mengikutsertakan sejumlah personel dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri," katanya.

Menurut dia, proses evakuasi korban membutuhkan gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang tumbang yang menghalangi jalur evakuasi.


l MUH SYAIFULLAH | PITO AGUSTIN RUDIANA | ANANG ZAKARIA | BERNADA RURIT l ANT

  • Send
  • Print