Publik Berduka, DPR Tak Peka

TEMPO Interaktif, Jakarta: Lawatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ke luar negeri ketika rakyat sedang berduka mengundang kritik. “Itu cerminan bahwa wakil rakyat tak punya hati,” kata Sebastian Salang, Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia, kemarin.

Politikus Senayan tetap melakukan studi banding kendati Gunung Merapi meletus dan tsunami melanda Mentawai, Sumatera Barat. Sebanyak 15 anggota Komisi V DPR pergi ke Italia untuk belajar tentang rumah susun. Pekan lalu, anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan juga berangkat ke Inggris, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan. Di antara mereka bahkan ada yang mewakili daerah-daerah yang terkena bencana, seperti Boyolali, Jawa Tengah; dan Kepulauan Mentawai.

Sebastian mengatakan, kepergian Komisi V akan mengurangi pengawasan terhadap mitra kerjanya, seperti Badan SAR Nasional serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Semestinya, kata dia, Komisi memaksimalkan fungsinya mengawasi penanganan dampak bencana.

Budayawan Jawa Tengah, Eko Budiharjo, juga menyindir sikap anggota DPR. “Kalau bodoh, itu tidak tahu. Tapi, kalau pandir, itu tahu tapi tidak peduli,” kata Eko, yang juga mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang, kemarin.

l ANTON SEPTIAN | SOHIRIN | SAPTO Y

  • Send
  • Print