foto

Barack Obama. REUTERS/Kevin Lamarque



Istana dan UI Bersiap Sambut Obama

TEMPO Interaktif, Jakarta - Istana Kepresidenan dan Universitas Indonesia bersiap menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang dijadwalkan tetap berkunjung ke Indonesia pada 9-10 November.
 
Tak seperti persiapan kunjungan kenegaraan pemimpin negara lainnya, persiapan kedatangan Obama di kompleks istana ini tampak lebih istimewa. Hal ini karena kompleks Istana Kepresidenan bakal menjadi salah satu lokasi utama yang akan dikunjungi Obama.

Selain itu, pertemuan Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan di Jakarta ini bakal menjadi yang pertama kalinya sejak dua dekade terakhir pertemuan pemimpin kedua negara.

Selama dua puluh tahun terakhir ini, Presiden Amerika Serikat yang berkunjung ke Indonesia selalu mengadakan pertemuan dengan Presiden RI di luar Istana Merdeka di Jakarta. Pertemuan dilakukan di Istana Bogor, Gedung Agung di Yogyakarta atau Istana Tampaksiring di Bali.

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan Istana telah menyiapkan menu kesukaan Obama dalam jamuan makan malam. Menu ini adalah nasi goreng dan bakso. "Itu untuk memenuhi kerinduan Presiden Obama," kata Julian di kantor Presiden, Senin (8/11).
 
Dalam kunjungannya ini, Obama juga dijadwalkan akan memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia.  Untuk menyambut kedatangan Obama ini, pada hari Minggu (07/11) ratusan orang terlihat sibuk. Sejak pagi ratusan panitia tampak membongkar pasang peralatan-peralatan teknis seperti sound system, kursi-kursi, dan barikade pengamanan di balairung UI. Di gedung dengan kapasitas 15 ribu itulah nantinya Obama bakal memberikan kuliah umumnya.

Selain mempersiapkan gedung, panitia juga menyebar undangan pada pihak lain untuk menghadiri kuliah umum tersebut. Undangan disebar pada orang-orang khusus. Tak sembarang orang bisa hadir pada acara itu. Undangan yang disebar UI ini mendahului undangan resmi dari Kedubes AS yang rencananya disebar Selasa (9/11).

Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI, Devie Rahmawati, menjelaskan undangan tersebut bukan undangan resmi dan hanya bersifat pemberitahuan. Devie beralasan, UI menyebar undangan terlebih dahulu agar tamu undangan dapat mempersiapkan diri menghadiri acara kuliah umum, mengingat banyak syarat yang harus dipenuhi seorang tamu undangan.

"Pada saat acara, tamu undangan tidak boleh membawa kendaraan. Mereka pagi-pagi harus jalan kaki dari gerbang UI sampai ke Balairung sebab lingkungan UI harus steril tiga jam sebelum acara dimulai," kata Devie.

Barikade besi sepanjang dua kilometer juga siap dipasang untuk mengamankan kunjungan Obama di UI.  Suwanto, koordinator pemasangan Barikade, mengatakan barikade itu merupakan barikade terpanjang yang pernah dipasang oleh perusahaannya, PT Pentas Cahaya Prima. "Perusahaan kita menangani pentas Java Jazz, juga Java Rocking Land. Belum ada yang sepanjang ini," katanya, Minggu (07/11).

Kata Suwanto, perusahaannya dihubungi langsung oleh Kedutaan Besar AS untuk memasang barikade tersebut. Barikade besi setinggi 130 cm itu akan dipasang pada dua tempat. Pertama, barikade besi sepanjang dua kilometer akan dipasang mengelilingi gedung Balairung UI. Kedua, barikade sepanjang 40 meter dipasang di depan panggung di mana Obama akan memberi kuliah umum nanti. Selain itu, barikade tambahan juga akan dipasang di tiap-tiap pos penjagaan.

Meski persiapan telah dilakukan, namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah Obama akan mengunjungi UI atau tidak. Sampai saat ini UI pun belum mendapat konfirmasi dari Kedubes AS. Kata Devie, hingga kini, kedatangan Obama ke UI masih berstatus rencana.

EKO ARI WIBOWO | ANANDA BADUDU

Berita terkait:

 

  • Send
  • Print