Berita Terkait
Berharap Untung dari Obama
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berharap lawatan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama selama dua hari ke Indonesia bisa menggenjot investasi dan perdagangan kedua negara.
Hatta mengatakan investasi Amerika Serikat di luar sektor minyak dan gas di Indonesia diharapkan akan bisa mencapai US$ 1 miliar. Nilai ini bisa jauh lebih besar bila memasukkan investasi di minyak dan gas. "Kalau memasukkan sektor migas, investasi Amerika sudah mencapai miliar dolar," kata Hatta kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (9/11).
Hatta mengungkapkan investasi Amerika Serikat di luar minyak dan gas di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang pesat. Pada 2008 investasi Amerika sebesar US$ 157 juta, pada 2009 naik menjadi US$ 171 juta, dan hingga kuartal ketika tahun 2010 ini sudah mencapai US$ 871 juta. "Ini meningkat pesat di luar migas," katanya.
Hatta optimistis nilai investasi itu bisa mencapai US$ 1 miliar hingga akhir tahun 2010 ini. Dengan nilai yang terus meningkat itu, Hatta mengatakan investasi Amerika terbesar ketiga di Indonesia.
Selain dari nilai investasi yang terus membesar, Hatta mengatakan Amerika Serikat adalah negara tujuan ekspor Indonesia yang cukup signifikan. Ini dilihat dari tren transaksi perdagangan yang selalu memberikan surplus kepada Indonesia. "Peluang-peluangnya masih cukup besar, ini harus dikembangkan," katanya.
Adapun bila dilihat dari volume perdagangan dan tujuan ekspor ke Amerika Serikat, selalu memberikan surplus ke Indonesia lebih dari US$ 5 miliar. Pada 2008 volume perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat sudah mencapai US$ 21 miliar dolar. "Dari sisi volume dan tujuan ekspor, Amerika rangking dua dan selalu surplus," katanya.
Pada 2009 memang ada penurunan volume perdagangan, kata Hatta, namun pada 2010 ini menunjukkan adanya kenaikan tren akan kembali ke kondisi 2008. Hatta menjelaskan nilai volume perdagangan US$ 21 miliar itu belum merefleksikan potensi yang dimiliki kedua negara. "Karena itu AS adalah tujuan ekspor Indonesia yang cukup signifikan," katanya.
Hatta memastikan akan ada pembicaraan tentang hubungan perdagangan kedua negara. Dia menegaskan Amerika memandang Indonesia sebagai mitra yang strategis. "Ini sudah dikemukakan Obama di India," katanya.
Selain pembicaraan yang sifatnya bilateral, kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia juga akan membicarakan perkembangan ekonomi di kawasan Asia dan G20. "Tentu antar sesama negara G20 akan ada pembicaraan tentang G20," katanya.
Sebelumnya, kemarin, Hatta mengatakan dari sisi investasi pemerintah menekankan pada permasalahan perubahan iklim. Ia berharap Amerika Serikat membuka kesempatan transfer teknologi bagi energi bersih dan terbarukan. "Kami ingin konkret," katanya. Pemerintah juga berharap pemerintah Obama meningkatkan investasi di bidang energi yang ramah lingkungan.
Hatta mengatakan dalam pertemuan awal dengan Duta Besar Amerika Serikat Scott Marciel, telah disinggung soal rencana pemberian dana untuk perdagangan karbon. Dana ini, kata Hatta, serupa dengan yang diberikan pemerintah Norwegia sebesar US$ 1 miliar lewat program REDD Plus. "Kalau Amerika Serikat kami belum tahu nilainya," ujar dia.
Hatta juga berharap Washington bisa memberi masukan mengenai ketahanan pangan di Indonesia. "Perubahan iklim," ujar Hatta,"telah mengubah pola cuaca dan mengganggu panen di Indonesia." Karena itu dia berharap berbekal teknologi pertanian terkini Indonesia bisa meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat sendiri pesimistis kunjungan Obama ke Indonesia akan membawa agenda investasi baru. "Sebagai Menteri Perindustrian saya ingin kunjungannya ke Indonesia membawa investasi. Namun, kita tidak bisa berharap terlalu besar karena Amerika juga sedang recovery ekonomi," kata Hidayat di kantor Kementerian Perindustrian, Senin (8/11).
Apalagi, lanjut Hidayat, partai Obama kalah dalam pemilihan parlemen. Program-program pemerintah Amerika bakal banyak mendapat tentangan parlemen dan akibatnya belum bisa lakukan recovery dengan cepat.
IQBAL MUHTAROM | ANTON WILLIAM | EKA UTAMI APRILIA
Berita terkait:
- Investasi Nonmigas Amerika Diharapkan Capai US$ 1 Miliar
- Obama Diminta Tinjau Ulang Investasi AS di Masa Lalu
- Obama Datang, 13 Ribu Polisi dan Tentara Dikerahkan