foto

Tenaga Kerja Indonesia (TKI). TEMPO/Puspa Perwitasari



Stop Kirim TKI ke Arab

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah didesak menghentikan sementara (moratorium) pengiriman tenaga kerja  Indonesia ke Arab Saudi menyusul semakin banyaknya kasus penyiksaan  TKI.  Tragedi ini dialami antara lain oleh Sumiati asal Dompu, Nusa Tenggara Barat dan  Kikim Komalasari asal Cianjur, Jawa Barat. Bahkan Kikim dikabarkan disiksa hingga tewas.

“Moratorium harus dilakukan segera,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, kemarin. Tak sekadar penghentian sementara, kata Anis, moratorium ini harus dilengkapi dengan langkah pengawasan, penegakan hukum, dan deadline waktu moratorium.  

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Rusdi Basalamah, pun berpendapat sama.  "Kalau pemerintah benar-benar mau membenahi, sebaiknya ditutup sementara."

Mencuatnya kasus penganiayaan pekerja di Arab juga menyita perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kerja sama dengan negara tujuan tenaga kerja dari Indonesia yang belum memberikan keadilan dan keterbukaan. “Kita akan meninjau kembali keberadaan TKI di negara tertentu,” kata Yudhoyono seusai rapat kabinet terbatas di kantornya kemarin.

Adapun Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, mengatakan   tak mau buru-buru mengambil kebijakan moratorium. Alasannya, pemerintah tak bisa melarang hak warga negara untuk bekerja di luar negeri. Tapi ia akan mengkaji ulang pengirim TKI ke Arab serta menghitung manfaat dan kerugiannya.

Menteri Luar Negeri, Marty M Natalegawa, juga akan mengkaji pilihan moratorium itu. Sebab, apabila kebijakan itu tak bisa dilaksanakan, namun sudah dideklarasikan, maka status semua warga Indonesia yang kini di Arab menjadi pekerja ilegal. "Ketidaksahan ini jelas menimbulkan masalah," ujarnya.

DWI WIYANA | RIRIN AGUSTIA | ISMA SAVITRI | EKO ARI | DIANING SARI

 

Berita Terkait

Sumiati Kapok dan Ingin Segera Pulang ke Indonesia

SBY Akan Bekali TKI dengan Handphone

Presiden: TKI Bermasalah 4.385 Orang

  • Send
  • Print