Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. ANTARA/ Cucuk Donartono
Berita Terkait
Awas Bromo!
TEMPO Interaktif, Surabaya - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Bromo di Jawa Timur dari siaga menjadi awas, terhitung sejak pukul 15.30 kemarin. Pada paginya, peningkatan status juga sempat dilakukan dari waspada menjadi siaga.
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi Surono, kebijakan itu diambil setelah lembaganya memantau adanya peningkatan amplitudo gempa pada alat pemantau gunung itu. Dengan status ini, warga tak boleh memasuki lautan pasir kawasan Bromo, apalagi naik ke puncak gunung itu.
"Kalau enggak masuk segoro wedi (lautan pasir), enggak apa-apa," kata Surono. Dari peristiwa sebelumnya, menurut dia, letusan Gunung Bromo biasanya berupa letusan abu.
Sejak awal November, kata Surono, peningkatan aktivitas kegempaan Bromo sudah terjadi. Selama 15-21 November saja tercatat 354 kali gempa vulkanik dangkal, 10 kali gempa vulkanik dalam, serta 6 kali gempa tektonik jauh. Gempa tremor terus-menerus juga terpantau dengan amplitudo 1,5-3 milimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah di bawahnya setelah status Bromo menjadi awas. Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru langsung menutup total kunjungan wisata ke gunung yang memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu. "Seluruh kawasan harus steril, termasuk lautan pasir," kata juru bicara Balai Besar, Nova Elina.
AHMAD FIKRI | FATKHUR ROHMAN | DWI WIYANA
Beriita Terkait
Warga Sekitar Gunung Bromo Masih Tenang
47 Dukun Suku Tengger Berdoa Agar Gunung Bromo Tidak Meletus