Gayus Lumbuun. TEMPO/Imam Sukamto
Berita Terkait
Semua Fraksi Tarik Anggota dari BK DPR
TEMPO Interaktif, Jakarta - Konflik di tubuh Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya memasuki babak baru. Semua anggota Badan Kehormatan akan ditarik oleh fraksi masing-masing dan diganti oleh nama-nama baru.
Puncak konflik di Badan Kehormatan itu akan dibahas pada Senin (29/11) siang ini. Menurut Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pada rapat Kamis pekan lalu semua fraksi telah menyepakati akan menarik anggota-anggota mereka di Badan Kehormatan.
"Intinya semua fraksi menarik anggota-anggotanya masing-masing, dan mengajukan nama-nama bari untuk BK. Mungkin ini solusi terbaik dari pilihan-pilihan yang tersedia," kata Priyo, Senin (29/11), di gedung DPR, Jakarta.
Tujuan dari penarikan semua anggota Badan Kehormatan itu, kata Priyo, adalah agar konflik segera berakhir dan Badan Kehormatan menata kembali lembaganya. "Agar BK disegani dan menjalankan tugasnya dengan baik," ucap dia.
Penarikan ini diikuti pengunduran diri politisi PDI Perjuangan Gayus Lumbuun sebagai ketua Badan Kehormatan DPR. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo kepada wartawan, Senin (29/11) mengatakan, PDIP akan menugaskan Gayus di posisi lain di luar Badan Kehormatan. Namun Tjahjo belum mau menjelaskan soal pengganti Gayus di Badan Kehormatan maupun posisi baru Gayus tersebut.
Penarikan Gayus sebagai Ketua Badan Kehormatan menurutnya demi menghormati putusan dewan pada rapat pimpinan DPR bersama pimpinan fraksi, Kamis pekan lalu. Dalam rapat tersebut disepakati semua fraksi menarik anggotanya masing-masing dari Badan Kehormatan.
Konflik Badan Kehormatan terjadi antara Gayus Lumbuun dan anggota-anggotanya. Konflik ini telah berlangsung lama dan mencapai puncaknya setelah delapan anggota Badan Kehormatan melakukan kunjungan kerja ke Yunani pada 23-29 Oktober lalu.
Anggota Dewan Kehormatan sudah sejak lama meminta Gayus mengundurkan diri. Namun bagi Gayus, permintaan mundur dirinya tidak pada tempatnya. "Permintaan mundur itu tidak elok dan tidak etis, karena itu hak masing-masing fraksi. Fraksi PDIP tidak berniat dan tidak akan menarik Gayus dari BK," begitu kata Gayus mengutip Tjahjo.
Tuntutan mundur ini muncul karena anggota Badan Kehormatan menganggap Gayus tidak aktif sebagai pimpinan Badan Kehormatan selama satu tahun. Gayus membantah dan mengatakan bahwa selama dua bulan dirinya di-BKO-kan di Pansus Century, kemudian selama dua bulan lagi di-BKO-kan di Tim Pengawas pelaksanaan rekomendasi Century.
"Artinya saya tidak aktif kurang lebih empat bulan, tapi posisi saya di BK digantikan Tritamtomo," kata dia. Tritamtomo ini adalah rekan Gayus di Fraksi PDIP. Karena itu tuduhan tidak aktif itu dibantahnya mentah-mentah, termasuk soal tidak memimpin rapat Badan Kehormatan.
Bagi dia, sikap anggota Badan Kehormatan yang memintanya mundur hanya ingin membelokkan masalah sebenarnya. Masalah itu adalah kunjungan ke Yunani kemudian ke Turki yang tidak dilakukan dengan sebenarnya.
Puncak konflik terbuka di internal Badan Kehormatan ini terjadi pekan lalu saat anggota dan Gayus sendiri sama-sama melapor ke pimpinan DPR. Delapan anggota Badan Kehormatan yang berkunjung ke Yunani pada 23-29 Oktober lalu yakni Nudirman Munir, Chairuman Harahap, Usman Ja''far, Anshori Siregar, Abdul Rosaq Rais, Salim Mengga, Ali Mascham Musa, Darizal Basir melaporkan Gayus.
Mereka marah dan merasa difitnah atas tuduhan menonton tari perut di Turki. Mereka menilai otak di balik tuduhan kejam itu adalah Gayus Lumbuun. "Saya sudah temui pimpinan DPR, selesaikan masalah ini atau kita ribut," kata Salim Mengga.
Menanggapi itu, Gayus mengatakan yang dipersoalkan bukan tuduhan tari perut, tapi soal mereka kabur dari tugas. Di jadwal, mereka seharusnya berada di Yunani sampai 29 Oktober, tapi sejak 27 Oktober mereka sudah meninggalkan Yunani dan pergi ke Turki.
Tuduhan jalan-jalan ke Turki ini sudah dibantah anggota Badan Kehormatan. Mereka menyatakan mereka ke Turki hanya transit karena tidak ada penerbangan lagi ke Jakarta. Jika soal transit itu dipermasalahkan, "Silakan tanya skedul itu ke maskapai Turkey Airlines," kata anggota BK Chairuman Harahap.
Apapun itu, Gayus mengatakan laporan masyarakat soal kunjungan anggotanya ke Turki itu sudah dilaporkan ke pimpinan DPR. Lebih jauh, Gayus mengaku tidak masalah jika anggota Badan Kehormatan mengklaim dirinya harus diganti. "Itu tidak persoalan, perkara tidak boleh berhenti karena ini yang diadukan masyarakat," kata dia.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan keretakan di tubuh Badan Kehormatan harus diselesaikan secara proporsional. Dia mengakui kasus ini sudah disepakati untuk segera diselesaikan. "Menjadi tanggungjawab masing-masing fraksi," kata dia.
Adapun Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah mengatakan persoalan Gayus apakah harus mundur menjadi kewenangan PDIP. "Masing-masing posisi ditempatkan oleh fraksi, ketua BK di sana itu ditentukan PDIP, PDIP yang memilihnya. Saya harap itu diselesaikan secara internal untuk mengabarkan bahwa urusan kita bisa diselesaikan," kata Jafar.
Anggota Badan Kehormatan terdiri dari 11 orang. Dari sembilan fraksi, hanya Gerindra dan Hanura yang tak menempatkan anggotanya di sana. Ini terjadi karena alokasi posisi untuk dua fraksi itu sudah habis untuk mengisi wakil di alat kelengkapan dewan yang lain. Perwakilan di komisi dan alat kelengkapan di DPR memang menggunakan sistem proporsional.
AMIRULLAH | HAYATI MAULANA NUR
Berita Terkait:
* Plesir Badan Kehormatan ke Yunani Habiskan Rp 2,27 Miliar
* Gayus Lumbuun Mundur dari Badan Kehormatan
* Friksi Politik di DPR Bikin Mandul Badan Kehormatan
Infografis: