foto

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. TEMPO/Aditia Noviansyah



Demokrat Yakin Tetap Eksis tanpa Pangeran

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku yakin eksistensi partainya di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap terjaga meski ditinggalkan oleh Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo, yang juga adik Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Eksistensi Partai Demokrat di DIY, insya Allah, akan tetap terjaga dengan baik,” kata Anas via pesan pendek kepada Tempo kemarin. Menurut dia, keyakinan ini didasarkan pada sistem di Demokrat yang bergantung pada kinerja para kader Demokrat di Yogyakarta.

Setelah Pangeran Prabu mengundurkan diri dari kepengurusan dan keanggotaan Demokrat, Anas berpendapat, yang penting bagi Demokrat adalah bagaimana kader-kader di Yogyakarta tetap bekerja untuk memajukan partai dan daerah.

Dua hari yang lalu Pangeran Prabu menyatakan mundur dari Demokrat dengan alasan membela martabat ayahnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Menurut dia, ayahnya sudah menurunkan martabatnya dengan menyerahkan Ngayogyakarta Hadiningrat yang berdaulat kepada Indonesia.

Tapi sekarang pemerintah pusat melecehkannya dengan menginginkan pemilihan Gubernur Yogyakarta seperti yang tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta. Padahal selama ini, karena keistimewaannya, Sultan dan Paku Alam ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Menurut Anas, Demokrat menghormati pilihan politik Pangeran Prabu dan meminta agar pengunduran itu tak diperdebatkan terlalu jauh. Demokrat mengucapkan terima kasih atas kerja dan pengabdian Pangeran Prabu sebagai Ketua Demokrat Provinsi Yogyakarta.“Itu tercatat baik dalam sejarah Partai Demokrat.” Namun, ia menyesalkan tindakan Pangeran Prabu itu, meski memahaminya.

Sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, Pangeran menyerahkan kartu anggota dan surat pengunduran diri kepada tiga anggota Majelis Pertimbangan Daerah Demokrat, yakni Ketua Sukardi, Wakil Ketua Kanjeng Raden Tumenggung Harsadiningrat, dan anggota Djoko Suwindi. “Kami bawa ke rapat pleno nanti malam,” kata Sukardi di kantor Demokrat Provinsi Yogyakarta, didampingi sejumlah pengurus.

Paguyuban Dukuh se-Kabupaten Bantul kemarin mendesak dua politikus Demokrat asal Yogyakarta mundur dari DPR. Keduanya adalah Roy Suryo dan Agus Sebastian, yang juga Sekretaris Demokrat ProvinsiYogyakarta. "Mereka tak pernah bersuara soal keistimewaan,"ujar Ketua Paguyuban, Sulistyo Admojo. Tapi Roy mengaku tetap mendukung keistimewaan Yogyakarta dengan cara berjuang di parlemen.

AMIRULLAH | MUH SYAIFULLAH | BERNADA RURIT | JOBPIE S

Berita terkait: 

 Golkar Pertanyakan Demokrat Meminta Sultan Mundur

 GKR Hemas Tidak Setuju Gubernur Utama

 DPD Tak Setuju Gubernur Dipilih DPRD 

  • Send
  • Print