foto

TEMPO/Adri Irianto



Paskah Ancam Akan Melawan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Salah satu tersangka kasus cek pelawat, Paskah Suzetta, menebar ancaman pasca penetapan tersangka dirinya.  "Ini langkah politik. Konstruksi hukumnya dipaksakan atau pencitraan. Saya juga politisi, saya juga akan main politik, saya akan lawan terus siapa saja," ujarnya sebelum memasuki kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (28/1).

Politisi Partai Golkar ini dengan nada tinggi menuding ada perlakuan tebang pilih dalam kasus tersebut. "Iya jelas dong (ada tebang pilih-red). Siapa yang tidak ditersangkakan? Malah saya yang ditersangkakan," ujarnya.

Tebang pilih yang dimaksud Paskah adalah hanya beberapa fraksi saja yang anggotanya ditetapkan menjadi tersangka. Padahal, katanya, semua fraksi terlibat di dalamnya.

Perlakuan yang tidak adil juga ia tujukan langsung ke Miranda Goeltom. Sebagai orang yang diduga pemberi suap, Miranda belum juga ditetapkan sebagai tersangka. Seharusnya, kata dia, ditetapkan dulu siapa pemberi suap itu. 

"Kalau kita mau konsisten dengan konstruksi undang-undang, harus ada pemberi suap dan tertangkap tangan," kata Paskah. Ia juga mengaku tidak pernah berhubungan dengan Miranda.

Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini rencananya memeriksa 24 tersangka dugaan korupsi cek pelawat. Sejumlah anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004 dituding kecipratan suap cek pelawat saat proses pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.

Berdasarkan agenda pemeriksaan KPK hari ini terdapat 24 nama tersangka yang direncanakan diperiksa. Dalam daftar tersebut hanya nama Anthony Zeidra Abidin dari Fraksi Golkar saja yang tidak ada.

Tersangka cek pelawat lainnya, Panda Nababan, dijemput oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. Penjemputan Panda di Bandara itu diakui Patra M.Zen, salah satu kuasa hukum Panda.

Menurut Patra yang datang tak lama sebelum kliennya itu dibawa ke KPK, hari ini Panda berencana menghadiri Rapat Pimpinan Nasional PDI Perjuangan di Batam.

Panda sendiri tiba di Gedung KPK kawasan Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 10.45 WIB menaiki mobil Toyota Alphard warna hitam dengan kawalan satu mobil KPK. Panda juga mengatakan ia tengah berada di Bandara Soekarno Hatta karena akan bepergian ke Batam.  "Iya, mau ke Rapim di Batam," katanya singkat kepada wartawan yang ramai mengelilinginya saat tiba di KPK.

Politisi senior ini enggan berbicara banyak, ia pun segera memasuki gedung KPK.

RIRIN AGUSTIA

Berita terkait

 

  • Send
  • Print