foto

Aburizal Bakrie. TEMPO/Imam Sukamto



Golkar Tersinggung Ical Dikaitkan Angket

TEMPO Interaktif, Jakarta - Golkar merasa dilecehkan dengan adanya tudingan bahwa usulan angket mafia pajak hanya bermotivasi untuk membersihkan nama Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie.

"Memangnya Pak Ical kotor, sehingga harus dibersihkan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, kepada wartawan di Gedung DPR Jakarta, Selasa (22/2).

Idrus membantah semua tudingan itu. Menurutnya, motivasi Golkar menginisiasi hak angket mafia pajak murni untuk penegakan hukum. "Tidak cukup dengan panitia kerja," ujarnya.

Aburizal Bakrie sendiri menegaskan bahwa dukungan Golkar untuk mengegolkan angket mafia pajak di DPR adalah untuk mempercepat pengusutan mafia pajak.

"Proses angket mungkin lama bisa tiga bulan, (tapi) pengadilan kan bisa satu tahun," kata Ical seusai menjadi pembicara dalam Harlah NU ke-88 di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (22/2).

Dengan angket ini, Golkar berharap semua pihak bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi sehingga mafia perpajakan yang selama ini menghantui, bisa segera dihentikan.

Ical menghargai sikap Partai Demokrat yang memilih masalah ini dibawa ke panitia kerja (panja) DPR. "Ini masalah cara saja. Kami merasa angket adalah solusi yang tepat," ujar Ical.

Tudingan bahwa Pansus hanya akan digunakan Golkar untuk membersihkan citra Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, di antaranya datang dari PPP. Sekretaris Fraksi PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan ngototnya Golkar mengusung Pansus sangat bisa dipahami, yaitu untuk membersihkan citra Aburizal Bakrie.

"Golkar kepentingannya adalah membersihkan citra ketua umumnya, Aburizal Bakrie, yang selama enam bulan terakhir dicecar oleh Satgas PMH," kata Romy, sapaan Romahurmuziy, di rapat paripurna DPR, Selasa (22/2).

Selama ini, kata dia, Golkar merasa terpojok dengan tudingan bahwa Aburizal terlibat dengan mafia Pajak. Selama itu pula, Golkar belum punya instrumen kontra untuk melawan tudingan itu.

Melalui Pansus angket ini, kata Romy, Golkar akan menjadikan Pansus angket sebagai alat untuk membersihkan citra Aburizal. "Golkar akan menjadikan Pansus sebagai alat untuk kontra tudingan itu," kata Romy.

Menurut Romy, dijadikannya Pansus angket sebagai sarana pembersihan citra Aburizal adalah hal yang menyepelekan instrumen Pansus. "Terlalu sederhana angket digunakan untuk itu," kata dia.

Karena itulah, PPP akan menggunakan jurus lain yang berbeda dengan fraksi lain. PPP, kata Romy, akan mengupayakan dilakukannya pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat, bukan voting. "PPP berharap paripurna hari ini dilakukan dengan mufakat, sebagai jalan tengah. Saya optimistis mufakat itu bisa," ujar Romy.

Sementara Golkar yakin akan bisa menggolkan usulan pembentukan pansus angket mafia pajak dalam rapat paripurna kali ini. "Harus bisa gol," ujar Idrus.

SANDY INDRA PRATAMA | FATKHURROHMAN TAUFIQ | AMIRULLAH

Berita terkait:

 

  • Send
  • Print