foto

Aburizal Bakrie. TEMPO/Imam Sukamto



Misi Golkar Gagal

TEMPO Interaktif, Jakarta - Manuver Partai Golkar untuk mengegolkan usul pembentukan panitia khusus angket pajak di Dewan Perwakilan Rakyat kandas. Golkar dan sekutunya kalah oleh kubu Partai Demokrat dalam sidang paripurna DPR tadi malam.

Dalam pemungutan suara terbuka, 266 anggota DPR menolak usul penggunaan hak angket DPR untuk menyelidik mafia perpajakan. Sedangkan 264 anggota DPR lainnya mendukung usul hak angket. "Dengan demikian, usul pansus hak angket tentang perpajakan ditolak," kata Ketua DPR Marzuki Alie saat menutup sidang.

Bersama Partai Keadilan Sejahtera, Golkar merupakan anggota Sekretariat Gabungan Partai Koalisi yang berkukuh mengusung usulan hak angket. Saat Sekretariat Gabungan memutuskan menolak hak angket, Golkar terang-terangan mementahkan kesepakatan itu.

Sekretaris Koalisi, Syarief Hasan, mengatakan akan mengevaluasi proses dan hasil usulan hak angket. Termasuk yang bakal dievaluasi adalah sepak terjang Golkar dan PKS. "Evaluasi pasti ada."

Sebagai ketua koalisi, menurut Syarief, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun selalu memantau proses hak angket. Soal evaluasi akan berujung pada perombakan kabinet atau tidak, "Itu bergantung pada Presiden," ujar Syarief.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, setelah usul hak angket kandas, urusan reshuffle kabinet tidak perlu diramaikan lagi. "Golkar tidak pernah berpikir ke sana." Upaya mengusung usulan hak angket, kata Idrus, justru merupakan cara Golkar membantu koalisi menangani masalah perpajakan.

Berbeda dengan klaim Idrus, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy sebelumnya mengatakan Golkar mendukung angket pajak karena punya agenda tersembunyi. "Membersihkan citra Ical (Aburizal Bakrie)," kata Romahurmuziy.

Anggota Fraksi Gerindra, Desmon Junaidi Mahesa, mengatakan hal itu pulalah yang membuat fraksinya balik badan. "Saya pribadi mensinyalir hak angket merupakan cara cuci tangan segelintir pihak dalam masalah pajak," kata Desmon.

Namun Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie membantah tuduhan bahwa dukungan Golkar terhadap hak angket merupakan upaya membersihkan citra dirinya. Menurut Aburizal, penggunaan hak angket justru untuk mempercepat pengusutan mafia pajak. "Proses angket mungkin lama." Tapi, kata Aburizal, proses di pengadilan bisa lebih lama lagi.

SANDY INDRA PRATAMA | AMIRULLAH | FATKHURROHMAN TAUFIQ

Berita terkait:

 

  • Send
  • Print