foto

Ribuan suporter dari berbagai elemen melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Senayan, Jakarta, Rabu (23/2). Mereka menuntut agar Nurdin Halid mengundurkan sebagai ketua PSSI dan tidak mencalonkan lagi dibursa calon ketua PSSI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho



Nurdin Didemo, PSSI Disegel

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ratusan pengunjuk rasa menyegel kantor PSSI di Senayan, Rabu (23/2). Mereka meneriakkan yel-yel menuntut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan kroninya mundur.

Massa juga membawa keranda bertuliskan demokrasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ada spanduk di depan stadion bertuliskan revolusi PSSI kami rindu kompetisi tanpa manipulasi. Kebanyakan pengunjuk rasa mengenakan kaos oranye.  

Ratusan pencinta sepak bola dari berbagai daerah itu datang ke Jakarta hari ini. Sangab Surbakti, mantan pemain sepak bola, menilai gerakan suporter sepak bola ini adalah awal dari perjuangan melawan Nurdin Halid. Menurutnya, Revolusi PSSI membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Sangab yang berprofesi sebagai pengacara ini menilai gerakan demo para suporter di depan kantor PSSI Jakarta dan berbagai daerah akhir-akhir ini barulah awal perjuangan untuk menggulingkan Nurdin dari posisinya sebagai Ketua Umum PSSI.

Menurutnya, setelah adanya pemahaman satu suara, para suporter harus bersatu menyatukan langkah untuk melakukan perubahan dalam tubuh otoritas sepak bola. "Kalau suporter dan masyarakat bersatu, kekuatannya akan dahsyat," kata Sangab saat ditemui di depan kantor PSSI, Rabu (23/2).

Beberapa perwakilan suporter terus membanjiri halaman kantor depan PSSI. Sekitar 1.200 orang The Jak-suporter fanatik Persija Jakarta ikut bergabung dengan suporter lainnya. Suporter lain yang telah bergabung yakni Panser Biru (200 orang), Slemania (50), Pusa Mania (100), Singa Mania (10), dan Bonek Mania yang akan menyusul besok dengan menggunakan 20 bus dan orang per orang melalui angkutan kereta api.

Sementara itu di daerah pencinta sepak bola mendeklarasikan PSSI tandingan, seperti di Jawa Timur. Deklarasi yang dijaga oleh sejumlah anggota polisi dan TNI itu dilakukan di sebuah rumah toko yang juga bekas Sekretariat PSSI Jawa Timur di Jalan Kertajaya 155 Surabaya.

Setelah membacakan poin-poin deklarasi, mereka langsung membuka pendaftaran anggota baru di teras sekretariat tersebut. Sebuah spanduk besar berbunyi "Sekretariat PSSI Tandingan" dibentangkan di tepi jalan.

Juru bicara deklarator Tri Prakoso mengatakan pendeklarasian PSSI tandingan ini merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat kepada PSSI pusat yang dipimpin Nurdin Halid. Mereka juga tidak mengakui PSSI Jawa Timur yang dipimpin pelaksana tugas Vigit Waluyo.

FAISAL ASSEGAF | RINA WIDIASTUTI | BAGUS WIJANARKO | KUKUH S WIBOWO

Berita terkait:

 

  • Send
  • Print