foto

Empat foto yang mFuemperlihatkan ledakan di reaktor nuklir Fukushima Daiichi (14/3). REUTERS/NTV via Reuters TV



12 Negara Imbau Warganya Tak ke Jepang

TEMPO Interaktif, Tokyo - Sejumlah negara mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tidak bepergian ke Jepang. Peringatan ini dikeluarkan setelah Jepang dihajar gempa 8,9 Skala Richter yang disusul tsunami.

Belakangan, terjadi  ledakan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Dai-ichi. Pemerintah Jepang pun telah mengumumkan darurat krisis nuklir.


Negara-negara yang meminta warganya untuk menunda dan mengimbau bepergian ke Jepang yaitu Australia, Inggris, Kanada, Cina, Kroasia, Prancis, Jerman, Slovakia, Slovenia, Korea Selatan, Filipina, Amerika Serikat.
 
Pemerintah Australia mengimbau warganya untuk tidak ke Jepang. Mereka belum sampai tahap melarang namun mengimbau agar warganya menaati zona radiasi nuklir 20 kilometer dari kompleks reaktor nuklir di Fukushima. "Ini hasil konsultasi kami dengan Badan Keamanan Nuklir dan Radiasi Australia," kata Menteri Luar Negeri Kevin Rudd.

Imbauan serupa disampaikan Pemerintah Inggris. Mereka mengimbau kepada seluruh warganya agar membatalkan rencana bepergian ke Jepang untuk saat ini. "Kecuali ada alasan yang sangat kuat," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Browne.

Pemerintah Kanada pun meminta warganya tidak datang ke Jepang bila tidak ada hal yang penting. Mereka melarang warganya mendekati kompleks reaktor nuklir Fukushima dengan radius 20 kilometer.
 
Di Cina, maskapai penerbangan Air China membatalkan seluruh penerbangan dari Beijing dan Shanghai ke Tokyo hari ini.

Kedutaan Prancis di Tokyo meminta seluruh warganya untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup seluruh jendela. Pihak Kedutaan Prancis khawatir radiasi nuklir akibat ledakan di PLTN di Fukushima. Adapun Kedutaan Filipina memulangkan beberapa stafnya. Duta Besar Filipina untuk Tokyo, Manuel Lopez juga menawarkan bantuan bagi seluruh warga Filipina yang ingin pulang. "Kami bisa membantu untuk mendapatkan penerbangan," kata Lopez.
 
Sementara itu, Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat yang ingin pergi ke Jepang menjaga komunikasi. "Tidak ada travel warning, hanya himbauan," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat dihubungi melalui telepon, Selasa (15/3).

Marty mengingatkan kepada masyarakat yang ingin bepergian ke Jepang menjaga komunikasi dengan Kedutaan RI di Jepang, Kedutaan Jepang di Indonesia, maupun dengan Kementerian Luar Negeri.

Masyarakat diminta mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah Jepang. Misalnya peringatan agar warga yang tinggal dalam radius 30 kilometer dari PLTN Fukushima Dai-ichi tetap berada di dalam rumah untuk menghindari bahaya radiasi nuklir. "Imbauan-imbauan di PLTN itu harus dipatuhi," ujar Marty.

Ledakan di Fukushima kembali terjadi Selasa (15/3) pagi waktu setempat. Ledakan itu kemungkinan mengakibatkan kerusakan wadah penahan reaktor dan dikhawatirkan menimbulkan kebocoran radiasi.

Juru Bicara Badan Keselamatan Nuklir Jepang Shinji Kinjo menduga ledakan itu kemungkinan merusak ruang penekanan reaktor, tabung berisi air di bagian bawah wadah yang mengelilingi inti nuklir. Dia mengatakan ruang penekanan adalah bagian dari dinding wadah sehingga kerusakannya bisa diikuti radiasi. “Dikhawatirkan terjadi kebocoran nuklir,” ujar Shinji.

Dalam pernyataannya di televisi nasional, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan, radiasi telah menyebar dari empat reaktor di PLTN Fukushima Da-ichi.

Kan dan pejabat lainnya mengingatkan bahaya dari banyaknya kebocoran. Mereka  meminta masyarakat yang tinggal di lokasi berjarak 19 mil atau 30 kilo meter dari kompleks Fukushima Da-ichi untuk tinggal di rumah menghindari terkena paparan yang dapat mendatangkan penyakit.

“Tolong jangan pergi ke luar. Tetap di dalam rumah. Tolong tutup jendela dan buat rumah Anda kedap udara,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan kepada penduduk yang tinggal di zona berbahaya.


Reuters | AP| Poernomo Gontha R| Aqida Swamurti| Lis Yuliawati


Berita Terkait:

Tokyo Panik, Warga Lakukan Aksi Borong dan Mengungsi

Zona Terbang Jepang di Atas 30 Kilometer  

Lagi, Kapal Induk AS Kena Radiasi Nuklir Jepang

  • Send
  • Print