Twitter.
Berita Terkait
Twitter Mengantar Penghuni Bumi ke Dunia Baru
TEMPO Interaktif, Jakarta - Luas dunia ibarat telunjuk tangan dengan tetikus. Sekali klik saja manusia mampu menembus ruang dan waktu. Sebuah revolusi digital ini sungguh mengubah peradaban manusia.
Mereka kini saling mengenal, berbagi pengalaman, ide, cerita, ilmu, bisnis sampai pekerjaan lewat laman jejaring sosial. Twitter adalah salah satu fenomena di ranah maya itu. Sejak dirilis Jack Dorsey pada 21 Maret 2006, pengikutnya kian meledak. “Ini membawa manusia ke dunia baru,”kata Dorsey tepat di hari ulang tahun laman mikroblog yang kelima kemarin.
Media sosial ini diikuti 106 juta pengguna atau sekitar seperempat dari jejaring sosial Facebook di dunia. Adapun di Indonesia ada 6,24 juta pengguna. Negeri ini menempati urutan ketiga sebagai pengguna Twitter terbanyak di Asia setelah Jepang 16,142 juta dan India 6,48 juta.
Dalam dunia Twitter, ada yang disebut trending topik alias topik terpopuler. Artinya topik ini muncul jika pengguna twitter memiliki kesamaan tema pembicaraan. Malcolm Gladwell, penulis buku laris The Tipping Point, pernah berkata, “Tema populer bisa dipicu segelintir orang berpengaruh.”
Pendiri Twitter, Jack Dorsey mengkisahkan bagaimana dia pertama kali mencoba untuk mengirim tweet melalui ponsel pintarnya. "Ketika saya masih muda saya terobsesi dengan peta," kata Dorsey yang ketika itu berusia 14 tahun.
Dia kemudian mempelajari bagaimana menulis perangkat lunak untuk mengirim pesan di mana lokasi si pengirim pesan berada. Pada 2001, Dorsey bekerja di sebuah perusahaan pengiriman dan ketika itu dia menyadari bahwa sebelumnya dia punya "mimpi" tentang bagaimana mewujudkan pengiriman pesan yang sederhana dan melewati batas ruang dan waktu.
Dan terbukti, twitter pun berperan dalam peradaban manusia.
Rudy P
Web via