Pekerja di ruang kontrol reaktor nomor 2 pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi. REUTERS / Tokyo Electric Power Co / Kyodo
Berita Terkait
Penyebaran Radioaktif Jepang Semakin Meluas
TEMPO Interaktif, Seoul - Bahan radioaktif yang diduga berasal dari Jepang ditemukan di Seoul, Korea Selatan. Bahan radioaktif itu dipercaya berasal dari reaktor Fukushima yang sedang mengalami kerusakan.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan temuan itu belum membahayakan lingkungan dan keamanan masyarakat.
Menurut kantor berita Kyodo, Selasa (29/3), bahan radioaktif itu ditemukan oleh Institute Keselamatan Nuklir Korea di sembilan lokasi di Korea, termasuk Seoul.
Pusat Informasi Keselamatan Nuklir Korea Selatan menyatakan bahan radioaktif yang ditemukan berupa xenon 133. Bahan itu ditemukan di Provinsi Gangwon, bagian timur laut Korea Selatan.
Selain itu, sejumlah zat radioaktif juga ditemukan di tiga negara bagian Amerika Serikat sebelah selatan. Tiga negara bagian itu Carolina Selatan, Carolina Utara, dan Florida.
Berdasarkan pengawasan, radiasi yang ditemukan berupa iodine 131, bahan radioaktif itu juga kemungkinan berasal dari reaktor Fukushima.
Menurut Drew Elliot, juru bicara perusahaan listrik dan distribusi Progress Energy yang mengoperasikan sejumlah pembangkit di negara bagian Amerika bagian selatan kadar radiasi itu belum membahayakan bagi kesehatan.
"Jika bahan radiasi berasal dari pembangkit kami sendiri, tentu kami juga akan menemukan bahan radiasi tipe lain selain iodine 131," kata Elliot seperti dikutip Kyodo kemarin (28/3).
Zat radioaktif yang berasal dari Jepang itu juga terdeteksi di beberapa wilayah lain, termasuk Hawaii, California, Nevada, dan Massachusetts.
Kondisi reaktor Fukushima Daiichi kemarin memburuk. Air yang terkontaminasi zat radioaktif bocor dalam jumlah yang cukup besar. Kemungkinan besar air yang tercemar zat radioaktif akan bercampur dengan air laut.
Operator PLTN ini, Tepco, menyatakan air yang mengandung zat radioaktif ini bocor dari dua turbin di reaktor PLTN tersebut. Air tersebut mengandung 1.000 millisievert per jam atau 10 juta kali lebih tinggi dibandingkan saat pembangkit beroperasi normal.
Tanah di lima lokasi di pembangkit rusak Fukushima Daiichi terdeteksi mengandung plutonium. Operator kompleks enam reaktor membenarkan adanya plutonium itu untuk pertama kalinya, seperti yang dikutip kantor berita Kyodo Selasa (29/3).
Plutonium merupakan zat radioaktif yang lebih beracun dibandingkan iodine dan cesium. Namun, jumlahnya belum mengancam kesehatan manusia.
Pemerintah dan Badan Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang belum mengetahui dari reaktor mana plutonium berasal. Perusahaan listrik nuklir Tepco akan memperketat pengawasan lingkungan baik di sekitar pembangkit maupun di wilayah radius 20 kilometer dari pembangkit.
Juru bicara Badan Pengatur Nuklir Jepang, Hidehiko Nishiyama menyatakan ditemukannya plutonium menunjukkan adanya kerusakan tertentu pada batang bahan bakar reaktor.
Sementara itu, Tepco menyatakan tingkat radiasi yang ditemukan di parit air di luar pembangkit nomor 2 telah melewati 1.000 millisievert per jam. Air yang terkontaminasi itu diduga berasal dari inti reaktor, di mana batang bahan bakarnya telah meleleh sebagian.
KYODO | ADIDA
Berita terkait:
- Plutonium Terdeteksi di Wilayah PLTN Fukushima
- Thailand Musnahkan Kentang dari Jepang
- Kebocoran Radiasi Nuklir Jepang Memburuk