Berita Terkait
Bom Masjid Cirebon
TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah sempat dihebohkan oleh bom buku, siang hari ini Indonesia dikejutkan oleh ledakan bom. Kali ini, serangan bunuh diri itu berlangsung di Masjid Attaqwa dalam kompleks Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon.
Insiden itu berlangsung pukul 12.20, persis sebelum salat Jumat dimulai. Pelaku yang menurut saksi mata mengenakan jubah hitam, berada di shaf kedua. Tersangka tewas di tempat dengan badan hancur dan kepala terpenggal. Namun wajahnya masih utuh.”Yang bersangkutan tewas,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas besar Kepolisian republic Indonesia Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam dalam jumpa pers di kantornya.
Sebagian besar korban cedera adalah polisi, termasuk Kepala Polresta Cirebon Komisaris Besar Polisi Herukoco. Saat ini setidaknya terdapat 40 korban yang dirawat di beberapa rumah sakit, yaitu RS Tentara, RS Pertamina, dan RS Pelabuhan. Mereka luka lantaran tertancap puluhan paku dan kena serpihan bahan peledak.
Hingga saat ini polisi masih mengidentifikasi lokasi dan mayat pelaku. Sampai berita ini diturunkan, belum ada kesimpulan mengenai jenis bom dan di mana pelaku menyembunyikan bahan peledak yang ia bawa. Ada kemungkinan dalam bentuk rompi atau ikat pinggang.
Akhir bulan lalu, pemerintah Australia telah memperingatkan soal kemungkinan terjadinya serangan teroris itu. Peringatan itu disampaikan setelah buronan sejumlah negara asal Indonesia, Umar Patek, ditangkap di Abbottabad, 23 Januari lalu.
Umar Patek yang merupakan tokoh Jamaah Islamiyah asal Pemalang, Jawa Tengah, ini merupakan buronan pelbagai negara. Pemerintah Amerika Serikat menawarkan US$ 1 juta atau sekitar Rp 9 miliar bagi siapa saja yang dapat membocorkan lokasi persembunyian Umar Patek.
Ia pernah mengikuti pelatihan oleh Al-Qaidah di Pakistan sebelum serangan 11 September 2001. Ia diyakini terlibat dalam Bom Bali I pada 2002 yang menewaskan 202 orang.
Namun Negeri Kanguru itu tidak menyebut masjid sebagai sasaran terror bom. Dalam situs resminya, Kementerian Luar Negeri Australia hanya meminta warganya menghindari lokasi yang kerap dipenuhi warga asing, seperti klub malam, bar, hotel, restoran, dan Bandar udara.
“"Informasi pada Maret 2011 mengindikasikan para teroris mungkin merencanakan serangan di Indonesia, yang bisa terjadi kapan saja,” tulis Kementerian Luar Negeri Australia pada 31 Maret lalu.
Pengamat terorisme, Noor Huda Ismail, mengatakan kemungkinan besar pelaku Bom Masjid Cirebon adalah anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Analisa ini berdasarkan dua hal, yakni penghalalan bom bunuh diri serta simbol negara yang menjadi target pengeboman.
Ia menilai markas polisi menjadi sasaran lantaran merupakan bagian dari symbol negara. Selain itu, polisi yang terus giat memburu teroris dianggap sebagai ancaman bagi kelansungan gerakan NII. Ia menegaskan bom asjid itu juga menandakan kelompok Jawa Barat yang ada hubungannya dengan ideologi DI/TII dan NII masih sangat kuat di Jawa Barat. "Dari sembilan aksi bom bunuh diri di Indonesia, enam di antaranya, pelakunya berasal dari Jawa Barat," kata Huda yang dihubungi melalui telepon selulernya.
Deffan Purnama/Ivansyah/Isma Savitri/Sohirin/Faisal Assegaf
Berita Terkait:
1 dari 9 Jenis Bom Ini Diduga Digunakan Pelaku di Masjid Cirebon
Bom Cirebon Mirip Bom Istiqlal dan di Yogya
Pelaku Bom Cirebon Menerobos Saat Takbir Pertama