Bom Bunuh Diri Terjang 26 Polisi  

TEMPO Interaktif, Cirebon - Baru kemarin pagi Kepala Kepolisian Resor Kota Cirebon Ajun Komisaris Besar Herukoco memberi pengarahan kepada bawahan dan beberapa tokoh masyarakat ihwal kewaspadaan terhadap ancaman bom. Tak dinyana, tiga jam kemudian, tepatnya pada pukul 12.20 WIB, sebuah bom bunuh diri meledak di dalam masjid di kompleks kantor kepolisian itu. Sebanyak 26 polisi, termasuk Heru, dan imam masjid, terluka. Dua kritis.


Bom itu meledak persis ketika imam dan khatib salat Jumat di Masjid Al-Dzikra tersebut mengangkat tangan untuk takbir, tanda salat dimulai. "Bahkan dua tangan saya belum sampai telinga, tiba-tiba blarrr... suara memekakkan telinga terdengar," kata Abas Sudinta, 45 tahun, sang imam.

Seketika masjid pun menjadi gelap dan sekitar 150 anggota jemaah--sebagian besar polisi--panik. Jemaah di baris terdepan hingga keenam berjatuhan. Paku, baut, sekrup, gotri, dan pecahan kaca menghunjam tubuh mereka. "Baju saya compang-camping dan berubah merah," kata Abas, yang terluka di bagian pelipis dan tangan. Ia kini dirawat di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon AKP Kurnia, salah seorang korban, mengaku melihat pelaku berdiri di pintu kiri masjid saat khotbah. Ia mengenakan jaket dan peci hitam serta mendekap sajadah. Pelaku tetap berdiri walaupun ada tempat duduk kosong. "Orang itu mencurigakan, tapi karena mau salat Jumat, saya tidak berpikir macam-macam," katanya.

Sang pelaku baru bergerak ketika khotbah bertema silaturahmi itu selesai. Ia menerabas barisan dan hendak maju ke depan. Di barisan pertama ada Heru. Saat sampai di saf ketiga, pelaku meledakkan bom bunuh diri. Ia tewas. "Saya melihat orang itu membuka jaketnya," kata Briptu Cecep.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo mengatakan pelaku, yang wajahnya masih utuh, berumur 20-25 tahun. Ia enggan berkomentar tentang keterkaitan pelaku dengan jaringan terorisme tertentu. "Kami masih memeriksa kasus ini," katanya.

Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba''asyir, terdakwa kasus terorisme, menyebutkan pelaku pengeboman sebagai orang kafir. "Itu tindakan haram karena dilakukan di masjid," kata asisten Ba''asyir, Hasyim Abdullah, mengutip sang amir.

Bom di area masjid sebelumnya pernah ditemukan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan Cirebon, pada 26 Februari tahun lalu. Bom itu disimpan dalam sebuah plastik dan diletakkan di bangunan utama masjid. Bom tersebut berisi paku dan material lainnya, sumbu, dan pengatur waktu. Namun bom ini tak sampai meledak. Pada 1999, masjid Istiqlal juga pernah dikirimi bom.

IVANSYAH | EDI FEISOL | ISMA SAVITRI | DEFFAN | BUNGA MANGGIASIH | AQIDA | PURWANTO

 

Berita Terkait:

Ini Gelagat Pelaku Bom Cirebon Sebelum Meledakkan Diri 

Polisi Periksa DNA Warga Pelapor Kehilangan Keluarganya 

Heryawan Bantah Bom Cirebon Terkait SK Ahmadiyah

 

  • Send
  • Print