Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam menunjukan foto pelaku Bom bunuh diri di mapolresta Cirebon. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Berita Terkait
Pemerintah Menuding, Ba''asyir Membantah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Inspektur Jenderal Ansyaad Mbai mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Masjid Al-Dzikra, Cirebon, diduga kuat memiliki hubungan dengan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba''asyir.
Menurut Ansyaad, Syarif tak mungkin menjadi pelaku tunggal dalam aksi bom bunuh diri itu. Jika ditarik ke belakang, kata dia, pasti ada otak di balik aksi Syarif. “Kalau dirunut, pasti mengarah ke jaringan mainstream," kata Ansyaad ketika dihubungi kemarin.
Yang memperkuat dugaan Ansyaad adalah komentar Ba''asyir bahwa pelaku bom di Masjid Al-Dzikra adalah sosok orang tidak waras. Ba''asyir juga mengatakan Syarif kafir karena telah menyerang masjid, tempat ibadah umat Islam. "Dari mana dia tahu kalau Syarif itu gila?” kata Ansyaad.
Pernyataan seperti itu, menurut Ansyaad, pasti mengandung tujuan tertentu. Dengan mengatakan Syarif tidak waras, Ba''asyir mungkin menginginkan keterkaitan Syarif dengan pelaku utama di balik bom Cirebon bisa diminimalkan. “Ada strategi defensif," ujar Ansyaad.
Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ba''asyir membantah tudingan bahwa dirinya terkait dengan aksi bom bunuh diri di Masjid Al-Dzikra itu. “Itu pikiran orang Densus (Detasemen Khusus 88 Antiteror) saja,” kata Ba''asyir sebelum menghadiri sidang.
Ba''asyir pun mengaku tidak mengenal Syarif. Menurut terdakwa kasus pelatihan teroris di Aceh ini, aksi Syarif meledakkan diri di masjid jelas menyalahi ajaran Islam.
Kalaupun Syarif punya kelompok, menurut Ba''asyir, itu pasti kelompok musuh. "Musuh Islam memanfaatkan dia. Dia diberi doktrin dan diajari cara ngebom," ujar Ba''asyir sebelum sidang.
Sonhadi, Direktur Media Center JAT, juga membantah tuduhan bahwa Syarif punya hubungan dengan JAT. "M. Syarif bukan anggota JAT," ujarnya.
Markas Besar Kepolisian RI kemarin menyatakan Syarif merupakan pemain baru dalam jaringan teror di Indonesia. "Dia belum ada di database kami," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigadir Jenderal Mosaddeq Sidiq.
Mahardika Satria Hadi | Martha Ruth Thertina | Ririn Agustia
Berita Terkait:
Polisi Temukan Bahan Bom di Rumah Syarif