Franky Sahilatua
Berita Terkait
Penyanyi Balada Itu Telah Pergi
TEMPO Interaktif, Jakarta - Penyanyi balada Franky Sahilatua, 57 tahun, meninggal dunia di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Rabu (20/4), pukul 15.15 WIB.
Dokter pribadi Franky, Elias Tobing, mengatakan Franky dirawat di rumah sakit itu sejak Sabtu malam lalu. Franky mengalami koma pagi hari tadi. Sebelumnya, kesadaran pria kelahiran 16 Agustus 1953 itu sudah menurun drastis. "Tensi dan trombositnya juga menurun," kata Elias, di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Rabu (20/4) sore.
Sebelumnya, Franky sempat dirawat di Singapore General Hospital lantaran mengidap kanker tulang sumsum belakang sejak Agustus tahun lalu. Selama empat bulan menjalani perawatan di negeri Singa itu, Franky rutin menjalani kemoterapi.
Akibat kemoterapi, jari tangan Franky menjadi sensitif dan tidak bisa bermain gitar. Penderitaannya bertambah karena sebagian suaranya hilang. Dia juga tidak bisa mengucapkan huruf “R”.
Dua bulan selepas pulang berobat dari Singapura, kondisi Franky sudah membaik. Franky sudah bisa main gitar dan menciptakan lagu. "Meski main gitarnya rebahan dia bisa ciptakan dua lagu baru," ujar Elias.
Elias mengatakan, sakit yang diderita Franky amat parah. Musisi itu didiagnosis mengidap kanker tulang belakang stadium 3. Penyakit itu semakin berat lantaran ditambah dengan komplikasi jantung dan stroke. "Punya sakit ginjal juga," katanya.
Namun, Franky tidak pernah mengeluh saat didampingi melakukan terapi herbal dan medis. Di mata Elias, Franky adalah sosok yang kuat dan selalu berjuang untuk sembuh. "Dari Singapura sudah tidak bisa berjalan. Tetapi tetap optimistis," ujarnya.
Menurut Harwantiningrum, istri Franky, suaminya mengalami kelumpuhan akibat saraf tulang belakangnya terjepit. Di tempat itu pula, belakangan tumbuh tumor sebesar 2,6 milimeter. "Dia kaget,” katanya di rumah sakit Medika Permata Hijau, Selasa (19/4).
Walaupun lumpuh, semangat Franky untuk bermusik tak pernah surut. “Dia bilang ke saya yang penting tangan dan suara saya masih bisa digunakan untuk bernyanyi dan bermusik, meski pakai kursi roda," kata Harwantiningrum.
Nama Franky melambung di era tahun 70-an ketika dia berduet dengan adiknya, Jane Sahilatua, dengan nama Franky & Jane. Selama menekuni musik, banyak karya telah dihasilkan Franky, di antaranya lagu "Musim Bunga", "Kepada Angin dan Burung-burung”, “Lelaki dan Rembulan”, “Bis Kota”. Karya Franky yang masih populer hingga kini yaitu lagu “Kemesraan”. Lagu yang diciptakan Franky bersama adiknya, Johnny, itu bercerita tentang kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.
Franky juga dikenal sebagai musisi yang membawakan lagu bertema kritik sosial. Di antaranya Franky bersama Iwan Fals membawakan lagu “Terminal”, “Orang Pinggiran”, “Menangis”. Dia juga membawakan lagu “Perahu Retak” bersama Emha Ainun Nadjib.
Kini, Franky tak lagi bisa bermusik dan bernyanyi. Sang Pencipta telah memanggil dia untuk selamanya. Namun, kenangan bersama Franky akan selalu ada di hati keluarga, kerabat, rekan, penggemar, dan orang-orang yang pernah mengenalnya, seperti lagu “Kemesraan” ciptaannya.
Mustholih| Heru Triyono| Berbagai Sumber
Berita Terkait:
Ucapan Duka untuk Franky Mengalir di Twitter