foto

uaca Buruk Empaskan Merpati



Cuaca Buruk Empaskan Merpati

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pesawat jenis MA-60 milik Merpati Nusantara Airlines hancur berkeping-keping setelah terjatuh ke laut dangkal, di Kaimana, Papua Barat, Jumat siang, 6 Mei 2011. Otoritas penerbangan menduga cuaca buruk menjadi penyebab jatuhnya pesawat buatan Cina tersebut. Namun, di luar faktor cuaca, pesawat sejenis itu punya catatan buruk karena pernah mengalami kecelakaan di sejumlah negara.

Hingga tadi malam, petugas penyelamat baru menemukan 17 mayat penumpang dan kru pesawat. Aparat masih mencari 12 penumpang dan kru lain yang diduga tewas dan terseret ombak ke laut lepas. Jika dalam waktu 3 x 24 jam tak ditemukan, "Mereka akan dinyatakan meninggal," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Harry Bekti S. Gumay, Jumat, 6 Mei 2011.

Berangkat dari Sorong pukul 12.40 WIT, pesawat dengan rute Sorong-Kaimana-Nabire-Biak itu membawa 6 kru dan 2 petugas mekanik. Adapun penumpangnya berjumlah 21 orang, terdiri atas 18 penumpang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi. Termasuk dalam barisan penumpang adalah Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Kaimana Ajun Komisaris Besar Teddy Effendi, bersama istri dan anaknya.

Menurut Harry, pesawat Merpati itu diduga jatuh karena cuaca buruk. Dugaan ini berdasarkan kondisi cuaca sepanjang hari kemarin, yaitu hujan lebat mengguyur Kaimana dan sekitarnya.

Para saksi mata juga menuturkan, beberapa menit sebelum terjatuh, pesawat bernomor registrasi PKM 7K itu sempat berputar-putar di udara Kaimana.

Sekitar pukul 14.00 WIT, menurut saksi, pesawat yang dipiloti Kapten Purwandi Wahyu itu merendah, mengarah ke landasan pacu Bandar Udara Utarung. Tapi, pada jarak sekitar 200 meter sebelum ujung runway, pesawat tiba-tiba berbelok arah, lalu terjatuh ke laut sedalam lima meteran.

"Seperti ada gunung di depannya, pesawat langsung berbelok dan jatuh," kata Kepala Operasi Pengisian Pesawat Udara Bandara Kaimana Hayat Lahobo, yang menyaksikan jatuhnya pesawat itu.

Menurut Harry, pesawat tipe MA-60 yang jatuh kemarin merupakan produksi Xi''an Aircraft Company Ltd, Cina, pada 2010. Pesawat memiliki rekor terbang total 619 jam dan 764 kali pendaratan.

Saat ini Merpati sudah memiliki 13 pesawat sejenis, di luar dua pesawat serupa yang segera datang dari Cina. "Ini tipe pesawat yang andal untuk daerah sulit," ujar Harry.

Namun klaim keandalan MA-60 ternoda oleh beberapa kali kecelakaan pesawat jenis itu. Kecelakaan di Kaimana merupakan yang terparah dari lima kecelakaan besar di di dunia, sejak pesawat sejenis beroperasi pada 2000. Kecelakaan sebelumnya terjadi di Filipina, Zimbabwe, dan Myanmar.

Pada 19 Februari 2011, pesawat MA-60 rute Kupang-Ruteng (Manggarai) pernah tergelincir, sekitar 300 meter sebelum lepas landas, di Bandara El Tari, Kupang. Saat itu pesawat keluar dari landasan dengan posisi melintang.

JERRY OMONA | CUNDING LEVI | TJAHJONO | IRA GUSLINA | ROSALINA | FAISAL | SUTJI D

Berita terkait:

 Merpati yang Jatuh Pesawat Kontroversial

 Pemerintah Belum Pastikan Penyebab Jatuhnya Merpati

 Perwira Polisi Sekeluarga, Sebagian Korban Pesawat Merpati 

  • Send
  • Print