foto

TEMPO/Subekti



Jenderal Pramono Kartu Baru SBY

TEMPO.CO, Jakarta - Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo bisa menjadi senjata rahasia kubu Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat untuk diajukan sebagai calon presiden 2014-2019. Menurut pengamat politik J Kristiadi, adik ipar Presiden yang akan dilantik sebagai Kepada Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu bisa menjadi kandidat terkuat kedua.

"Tentunya serba mungkin kalau Pramono Edhie dijadikan kandidat capres," ujarnya tadi malam. "Pastinya setelah Ani Yudhoyono."

Pramono, 56 tahun, dilantik sebagai KSAD oleh Presiden hari ini di Istana Negara, Jakarta. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat lulusan Akademi Militer 1980 itu diputuskan menjadi pengganti Jenderal George Toisutta yang memasuki usia pensiun pada Selasa lalu. Pramono mengungguli calon lainnya, yakni Wakil KSAD Letnan Jenderal Budiman dan Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Marciano Norman.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok tak menampik kemungkinan Pramono menjadi kandidat presiden dari partainya. "Kalau dia menonjol sebagai Kepala Staf TNI," ujarnya. Namun demikian, "(Kini) masih terlalu pagi, tapi nanti akan dilihat," kata dia sambil mengatakan Demokrat akan mencari calon presiden dengan menggelar konvensi secara terbuka.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto juga meminta agar penunjukkan Pramono tak dinilai terlalu jauh. "Yang jelas dia jadi KSAD besok, itu saja dulu, nggak usah terlalu jauh," ujarnya melalui sambungan telepon kemarin.

Djoko menyatakan penunjukkan Pramono pun tak perlu dikait-kaitkan dengan statusnya sebagai adik ipar Presiden. Pemilihan Pramono, kata Djoko, semata karena rekam jejaknya. "Variabel ipar itu tidak ada," ucapnya.

Menurut Djoko, Presiden memilih Pramono setelah mempertimbangkan semua calon yang diajukan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Presiden, kata dia, membanding-bandingkan pendidikan, pengalaman kerja, hingga gagasan para calon. "Dibandingkan pula catatan penugasan mereka serta apakah mereka pernah melanggar peraturan dan hak asasi manusia."

BUNGA MANGGIASIH | EKO ARI | TRI SUHARMAN | GUSTIDHA BUDIARTIE | YS



Berita terkait:



Dari Ajudan Mega hingga Angkatan Darat 1



Kecil Kemungkinan Pramono Edhie Jadi Panglima TNI 



Istana Bantah Pramono Edhie Jadi KSAD untuk Kepentingan Pemilu 2014



  • Send
  • Print